Kepala BPIP Tegaskan Perbedaan Elemen Bangsa Adalah Rahmat

Wonosobo;-Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D menegaskan perbedaan diantara elemen masyarakat bangsa Indonesia merupakan rahmat dari Tuhan yang Maha Esa.

Menurutnya perbedaan ras, agama, suku tidak harus diperselisihkan yang menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, tetapi perbedaan perlu dikomunikasikan sehingga ada proses dialog dan membuahkan kesepakatan bersama.

"Dalam bahasa agama, ada istilah _ikhtilaafu ummatii rokhmatun_ (perbedaan di antara umatku adalah rahmat)", ujar Kepala BPIP. Perbedaan perlu dikomunikasikan satu sama lain, sehingga ada musyawarah yang membuahkan kesepakatan bersama.
Kesepakatan itulah yang disebut sebagai konsensus atau ijma dalam perspektif hukum Islam," ungkapnya saat menjadi narasumber pada seminar Nasional di Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah selasa, (25/8/2020).

Dosen pertama dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil menembus Harvard Law School Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa dalam perspektif ilmu fiqih, ijma merupakan hukum tertinggi dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara.

"Dalam perspektif fiqih politik atau siyasah, ijma adalah hukum tertinggi dalam kehidupan," jelasnya kepada ratusan mahasiswa pasca sarjana UNSIQ.

Salah satu produk dari hasil ijma yang berbasis dialog diantara founding parents bangsa Indonesia adalah Pancasila yang memilki kemajemukan masyarakat Indonesia.

"Pancasila merupakan bentuk ijma berbasis dialog diantara founding parents Indonesia dengan latar belakang yg majemuk," ungkapnya.

Dirinya juga menilai Pancasila dan Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan pembebasan bagi seluruh warga Indonesia. Dengan kemerdekaan tercapailah demokrasi konstitusional yang membuat setiap warga Negara Indonesia dengan latar belakang apapun memilki kesempatan menjadi pemimpin di level manapun.

"Dengan demokrasi konstitusional ini, setiap warga negara apapun latar belakangnya tanpa terkecuali berkesempatan untuk menjadi pemimpin di level manapun," tutupnya. (ER)