Pramuka Miliki Kekuatan Besar Jaga NKRI

Jakarta:- Pramuka memiliki kekuatan besar untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan didukung lebih dari 50 juta anggota Gerakan pramuka di seluruh Indonesia. Ungkap Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso dalam sesi diskusi penjajakan kerja sama, dengan Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi dan Sekretaris Utama BPIP, Dr. Karjono, Selasa (4/5).

Menanggapi hal tersebut, Dr. Karjono mengungkapkan, bahwa, sebagai representasi generasi milenial, yang notabene merupakan generasi penerus bangsa, anggota gerakan pramuka di Indonesia harus didekatkan sedini mungkin dengan nilai-nilai Pancasila. Sehingga bisa menjadi kader-kader pramuka yang berjiwa NKRI.

“Menggerakkan anak-anak seperti itu, mereka inikan sekarang dinamakan generasi milenial, kemarin kalau untuk yang Paskibraka ada peraturan presiden mengenai pembinaan ideologi Pancasila kepada generasi muda melalui program Paskibraka, mereka setelah menjadi alumni, mereka diwajibkan menjadi Duta Pancasila. Ungkap Sestama BPIP, sekaligus membuka diskusi bagaimana penerapan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Gerakan Pramuka.

Budi menjelaskan bahwa, pembinaan Ideologi Pancasila dalam Pramuka ini menjadi sebuah keharusan, tetapi sekaligus juga menjadi PR besar. Hal ini dikarenakan, sekalipun Kwarnas merupakan puncak tertinggi struktur organisasi kepramukaan di Indonesia, Kwarnas tidak memiliki kekuatan untuk mengorkestrasi gerakan pramuka di tingkat daerah.

Selain itu, Budi juga mengungkapkan bahwa, Gerakan Pramuka di Indonesia saat ini berbeda dengan dulu. Ia melihat saat ini pramuka di tingkat daerah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Sehingga tujuan-tujuan yang dibangun juga menyesuaikan dengan tujuan kelompok yang menguasai tersebut.

“Jika pramuka itu ada di daerah, maka pramuka itu sangat tergantung dengan daerahnya, dan pembinaan yang dilakukan menyesuaikan dengan tujuan dan kepentingan kelompok-kelompok mereka sendiri”. Tandas Budi, yang juga merupakan Direktur Utama Perum Bulog.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi penerapan pembinaan ideologi Pancasila dalam gerakan Pramuka. Akan tetapi, secara umum Budi mendukung inisiasi kerja sama antara BPIP dan Pramuka Indonesia untuk memasukkan materi pembinaan Ideologi Pancasila dalam Pramuka.

Ia berharap agar kedepan melalui penerapan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Gerakan Pramuka, gerakan ini betul-betul dapat menjadi kekuatan bagi Indonesia dalam menangkal segala bentuk ancaman. Baik ancaman dari dalam maupun dari luar, khususnya ancaman dari radikalisme dan terorisme. (LA)