Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2020

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila  (BPIP) dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan solidaritas sosial, khususnya dalam menghadapi Covid-19. “Memperingati Hari Kebangkitan Nasional,  bangsa ini diajak lagi untuk memiliki visi bersama mengatasi Covid-19. Visi bersama itu dalam satu bahasa yakni, mewujudkan solidaritas sosial dan persaudaraan sejati mengatasi Covid-19,” kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo. Ia mengatakan, persatuan yang kokoh akan memampukan seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama secara bahu-membahu melawan pandemi yang kini melanda negeri ini. “Dengan semangat persatuan yang kokoh di masing-masing pribadi, kita memberikan sumbangan positif untuk berbagi lewat aktivitas gotong-royong dalam komunitas," ujar Benny. Menurut dia, gerakan berbagi harus dijadikan sebagai  gerakan bersama yang  kan menjadi modal sosial dan budaya dalam mengatasi penyebaran Covid-19.    “Semoga Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum bagi kita untuk bersatu dalam satu bahasa untuk tetap optimistis,” katanya.   Peringatan Hari Kebangkitan Nasional  pertama digelar pada 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan, Yogyakarta. Presiden Republik Indonesia pertama Ir Soekarno Sukarno dalam pidatonya menyatakan bahwa meskipun Indonesia sudah merdeka, namun bahaya tetap mengancam republik ini dari segala penjuru. “Tetapi kita tidak perlu khawatir, akhirnya insya Allah kitalah yang menang, asal kita memenuhi beberapa syarat yang perlu untuk kemenangan itu yaitu menyusun machts politik, yakni kekuatan massa untuk mendukung perjuangan politik; dan menggalang persatuan nasional, sebagaimana dimuat dalam Hari Kebangunan Nasional sampai Proklamasi Kemerdekaan, Kenang-kenangan Ki Hadjar Dewantara,” kata Benny.