Jurnal : Kebangsaan Pasca Reformasi Dalam Pusaran Kapitalisme Dan Radikalisme
Terdapat hubungan kausalitas antara globalisasi dengan terjadinya Reformasi 1998 di Indonesia yang berimplikasi pada upaya menghilangkan diskursus kebangsaan dalam ingatan publik. Kebangsaan berdasarkan nilai-nilai dalam Pancasila menjadi surut perannya di era Reformasi 1998 karena mengarus utamakan Pancasila dinilai sebagai upaya mempertahankan status quo yang tidak proReformasi. Akibatnya, ketika nilai-nilai kebangsaan yang sesungguhnya merupakan kebutuhan bangsa dihilangkan dari wacana publik, maka dengan mudah ideologi asing yang tidak berurat-berakar dari kehidupan bangsa Indonesia, diterima sebagai kebenaran. Inilah ancaman kebangsaan yang dihadapi Indonesia: Pertama, ketika kapitalisme sebagai implikasi globalisasi telah mendominasi kehidupan warga, dan nilai-nilai penjabarannya diterima sebagai kebenaran. Kedua, ketika radikalisme sebagai ekses dari diterima eksklusivisme diterima sebagai kebenaran. Untuk itulah menghadirkan kembali semangat kebangsaan dan menjadikannya sebagai kebutuhan publik- tanpa harus dilihat sebagai misi beragenda politik atau kepentingan tertentu menjadi agenda penting untuk menjaga keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Unduh File