50 Pelukis Pamerkan Nilai-nilai Pancasila di Mall


Sleman:- Sekitar 50 pelukis mengikuti Pameran Seni Lukis yang berlangsung di Hartono Mall, tanggal 21-27 Juni. Para pelukis tersebut adalah seniman profesional sampai penghobi. Bahkan ada polisi pelukis yakni Chrynanda.

Hal itu disampaikan Koordinator Lapangan Pameran Seni Lukis Jiwa Pancasila Agus Nuryanto, A.Md di sela-sela persiapan pameran, Minggu (20/6). Pameran lukis ini yang diselenggarakan oleh DPC (Dewan Pimpinan Cabang) HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Sleman, Hartono Mall dan Komunitas Perupa Sleman (KPS), kata Agus yang juga salah seorang pengurus di DPC HIPPI Sleman ini. Acara ini akan dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE.

Pameran ini mengambil tema “Jiwa Pancasila”, karena bertepatan dengan hari jadi Pancasila. Dari Semua lukisan ini menggambarkan nilai-nilai Pancasila antara lain dengan menampilkan keindahan dan keteduhan. Lukisan yang ditampilkan dari berbagai aliran seni rupa seperti realis, impresif, dekoratif dan abstrak.

Lebih lanjut Agus menjelaskan pada hakekatnya karya seni lukis yang disajikan sebagai karya indah dan sopan itu sudah menggambarkan jiwa Pancasila. Harapan dari pameran lukis ini adalah sebagai kesinambungan antara pelukis dan penikmat seni.

"Senilah yang menyatukan kita di antara hiruk pikuk politisi. Tidak ada yang salah dalam dunia seni. Semuanya benar. Itulah jiwa dari seorang seniman dan itulah semangat yang menyatukan kita,” jelasnya.

Ketua Panitia Pameran Seni Lukis Achmad Rifai,SE mengakui pameran seni lukis di Mall memang jarang karena biasanya di galeri atau di lobby hotel. Dengan adanya pameran seni lukis di Mall diharapkan memberikan peluang yang berbeda bagi para pelukis untuk menjual hasil karyanya. Apalagi di mall terbesar dan grade paling tinggi di Yogyakarta yakni Hartono Mall sehingga ada nilai plusnya, ujar Rifai yang juga sebagai Koordinator Bidang Kemitraan dan Promosi DPC HIPPI Sleman.
 
"Kalau pameran seni lukis diselenggarakan di Galeri atau di Lobby Hotel biasanya yang mengunjungi hanya yang tahu seni lukis. Tetapi kalau pameran seni lukis ini diselenggarakan di Mall maka yang tidak tahu lukisan pun bisa membeli,” ungkapnya.
 
Rifai mengatakan dengan ada kasus COVID-19 yang semakin meningkat peserta pameran maupun jumlah lukisan dikurangi yakni hanya sekitar 55 peserta dengan 60 karya lukis.
 
“Sebetulnya bisa untuk sekitar 100 peserta. Di samping itu panitia pameran seni lukis maupun dari pihak mall juga menerapkan protokol kesehatan lebih ketat yakni di setiap ujung venue selalu disediakan hand sanitizer dan masker serta thermogun untuk cek suhu, pengunjung maupun peserta pameran juga diharapkan selalu mematuhi “social distancing” agar jangan sampai bersentuhan,” kata Rifai menambahkan.
 
Menurut Ketua DPC HIPPI Sleman Atik Purwaningsih kegiatan pameran seni lukis yang diselenggarakan oleh DPC HIPPI Sleman bekerjasama dengan Hartono Mall ini memberikan kesempatan dan peluang bagi para pelukis yang juga anggota HIPPI Sleman. Pelukis itu sebetulnya juga UMKM yang menjual karya seni.
 
“Banyak pelukis yang karya seninya bagus-bagus. Karena itu mereka diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya di mall. HIPPI Sleman berupaya untuk mempertemukan para pelukis dengan pembeli. Sehingga apabila karya seni mereka dibeli, otomatis dapat meningkatkan penghasilan,” kata Atik.(*/DW/ER)