Mendapat Advokasi Positif, Lumajang Berhasil Terapkan Gotong Royong


Lumajang;- Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyebut Presiden Soekarno dahulu mengatakan dirinya bukan pencipta Pancasila. Soekarno mengaku dirinya adalah penggali Pancasila yang sejak dahulu sudah diterapkan di kehidupan bermasyarakat. Hal itu dilihat oleh Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono saat melakukan kunjungan ke Lumajang, Jawa Timur 27 september 2020.

Prof. Hariyono mengatakan, potensi menggali untuk meningkatkan kedaulatan pangan yang saat ini sudah berjalan di Lumajang sudah sangat baik meski dilakukan secara tradisional. Menurutnya, selama ini Indonesia sudah mengalami stunting gara-gara terlalu banyak makan makanan yang bukan produk lingkungannya sendiri. "Semua itu bisa terjadi karena kita tidak mampu menggali potensi yang ada dalam diri kita sendiri. Dan hanya bisa diakali kalau semua itu sesuai dengan nilai-nilai falsafah kehidupan bangsa kita yaitu gotong royong dan bekerja bersama". Ucapnya saat menghadiri Advokasi Positif BPIP: Pembekalan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Pegiat Kampung Di Kabupaten Lumajang dan Sekitarnya.

Prof. Hariyono menjelaskan, BPIP mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh kampung keramba yang ada di Lumajang agar tidak terhenti disini. Dia berharap sistem gotong royong antar kampung harus terus terjadi dan diterapkan disemua kampung kampung yang ada di Indonesia. "Gotong royong antar kampung itu bisa terjadi, kita nggak usah ngomong persatuan Indonesia nggak usah ngomong keadilan sosial itu sudah jalan Tinggal secara teoritik," jelasnya.

Dia mengaku akan merekomendasikan kepada Kementerian dan juga Presiden agar penataran Pancasila bisa dilakukan di ruang-ruang, tetapi aktualisasi Pancasila yang paling efektif bukan melalui penataran verbal tetapi melalui aktivitas keseharian yaitu Pancasila  dalam tindakan.

"Mengaktualisasikan Pancasila bukan semata-mata untuk menyenangkan negara tetapi untuk menyenangkan dirinya dan keluarganya, Nah makanya kalau itu sudah terjadi maka Pancasila bukan lagi monopoli negara tapi Pancasila menjadi milik kita bersama kita aktualisasikan bersama". Tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono mengatakan, ketahanan pangan saat ini di Kabupaten Lumajang sudah sangat mencukupi atas kinerja dari masyarakatnya. Dia mengatakan, sistem gotong royong yang sudah diterapkan di Lumajang dan menanamkan Pancasila terhadap masyarakat sudah sangat membantu di Kampung Keramba.

"Sangat senang sekali dengan masyarakat kami, sejauh ini ketahanan pangan kami sudah sangat baik dan bahkan surplus di masa pandemi saat ini masyarakat bisa merasakan apa yang dilakukan oleh kampung keramba bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya,"jelasnya. (BM)