Unik, Panitia dan Peserta Diklat PIP Memakai Pakaian Adat


Yogyakarta;- Panitia dan Ratusan peserta pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila memakai pakaian adat yang ada di penjuru Nusantara. Pakaian yang digunakan saat pembukaan diklat tersebut, mencerminkan keanekaragaman adat dan budaya yang merupakan salah satu kekayaan Indonesia.

"Yah ini mengingatkan kita kembali, betapa beranekaragamnya ada, budaya, ras dan itu merupakan kekayaan kita yang tidak dimiliki bangsa lain," ucap Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi., Psikolog saat diwawancarai usai pembukaan pendidikan dan pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi Ormas di salah satu hotel di Yogyakarta, selasa, (8/9/2020).

Ia juga mengakui, budaya asing yang masuk ke Indonesia salah satu ancaman tergerusnya adat maupun budaya Nusantara apalagi pada generasi milenial.

"Saat ini kan ada banyak serbuan-serbuan budaya asing yang masuk indonesia, sehingga khawatir kita justru tidak bangga dengan pakaian-pakaian adat kita," ucapnya.

Selain pakaian adat panitia dan peserta juga dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, face shield, glove atau sarung tangan sebagai upaya pencegahan covid-19.

"Untuk mengantisipasi pemaparan covid-19 mereka juga dibekali masker, face shield dan harus patuhi protokol kesehatan," tutupnya.

Salah seorang peserta pendidikan dan pelatihan PIP Muhammad Ilham mengaku bangga dengan konsep yang dibuat panitia. Karena mencerminkan Indonesia yang memiliki asas Pancasila.

"Saya bangga sekali mas, dengan konsep pakaian seperti ini, karena sesuai dengan temanya yaitu pembinaan ideologi Pancasila, meskipun beragam kita tetap satu Indonesia," ucapnya.

Ia juga berharap, dengan kegiatan ini bisa bermanfaat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada anggota dan masyarakat umumnya.

"Insya Allah setelah adanya diklat ini, saya bisa terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada anggota dan masyarakat," jelasnya. (ER)