Desa Dinilai Sebagai Kekuatan Ekonomi Masa Depan Bangsa


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menggelar Webinar Pertemuan Nasional Kepala Desa secara daring Rabu, (15/9).
 
Webinar yang mengusung tema "Membangun Ekonomi dan Demokrasi dari Desa" itu dibuka langsung Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. 
 
Ia menilai selama ini desa hanya dipandang sebelah mata karena sebagai penyanggah dan penyuplai masyarakat kota. Padahal, menurutnya dalam sejarah desa merupakan pusat perlawanan gerilya militer kolonial penjajahan dari berbagai aspek.
 
Maka dari itu desa harus menjadi spirit dan cita-cita masa depan bersama sebagai kekuatan ekonomi bangsa dan menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong.
 
"Di tengah perubahan sosial yang sangat cepat ini desa masih memiliki peran sangat penting dalam masyarakat terutama dalam berkehidupan bangsa dan bernegara", ucapnya.
 
Ia juga melihat desa dan kota tidak bisa dipisahkan secara tegas desa dan kota selalu berkaitan baik tingkat ekonomi, infrastruktur atau kualitas SDM.
 
"Melalui undang-undang nomor 14 desa telah mendapatkan pengalaman penting sebagai entitas penting dalam politik ekonomi dan demokrasi", jelasnya.
 
"Desa juga memiliki wewenang penting dalam mengelola anggaran cukup besar untuk memakmurkan memakmurkan wilayah dan masyarakatnya", sambungnya.
 
Ia berharap desa tidak hanya menjadi supplier kebutuhan kota melainkan desa harus bisa menjadi menghidupi dirinya berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan dan gotong royong.
 
Dalam kesempatan yang sama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd mengaku pihaknya terus berikhtiar menguatkan desa-desa yang menjadi harapan masa depan Indonesia.
 
"Ya seperti yang disampaikan Prof Yudian tadi, kita tidak lagi menempatkan desa sebagai masa lalu justru sebaliknya kita harus menempatkan desa menjadi masa depan", ujarnya.
 
Pihaknya bahkan selalu mengembangkan istilah ruralisasi atau kembali ke desa. Dari berbagai kondisi yang dihadapi oleh bangsa dan negara, benteng teraman, terbaik dan terkuat adalah Desa.
 
"Termasuk hari ini ketika bicara tentang kondisi pandemic COVID-19 yang melanda dunia ternyata Desa memiliki daya tahan yang luar biasa bukan hanya urusan kesehatan, bahkan urusan ekonomi-pun seluruh sektor mengalami pertumbuhan minus, kecuali pertanian dan semua tahu berbicara pertanian adalah kehidupan di desa", tutupnya.
  
Kegiatan yang disiarkan langsung melalui kanal youtube BPIP ini juga sebagai pembicara utama Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Jend (Purn) Try Sutrisno, Sekretaris Ketua Dewan Pengarah BPIP Mayjen. TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan sejumlah narasumber diantaranya Wakil Kepala BPIP Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Ir. Prakoso, M.M, Dir. Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes PDTT Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom Dr. Ratri Wahyuningtyas, ST., M.M, Dosen Untag Semarang Dr. Drs. Adi Eko Priyono, M.Si dan narasumber lainnya dari berbagai ahli. (ER)