MPR RI Bersama BPIP Salurkan Sumbangan Ke Komunitas Seniman Jalanan


Jakarta, (11/07/2020) Sekretaris Utama dan Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bersama sama Ketua MPR RI, Motor Besar Indonesia (MBI), Kitabisa.com menyalurkan 250 paket Sembako untuk komunitas seniman jalanan yang berkumpul dari berbagai tempat dari Bulungan, Wilayah di Jakarta, Denpasar, Ambon, Maluku dan Papua.

Sekretaris Utama BPIP, Karjono Atmoharsono menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas kebangsaan, bergotong-royong menghadapi pandemi Covid-19, mengingat penyebaran Covid-19 tak memandang profesi, suku, agama, ras, maupun antar golongan. Siapapun bisa terdampak, termasuk para seniman jalanan.

“kita satu walaupun berbeda maksudnya ada yang kulit kuning, ada yang kulit hitam dan ada yang kulit sawomatang. Ada yang beragama Islam, ada yang beragama Kristen/Katholik, ada yang beragama Hindu, Budha dan juga ada yang menganut aliran kepercayaan, kita semua sama kita semua satu NKRI”, kata Karjono, pada Sabtu, 11/07 di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama Karjono juga mengajak kepada seniman jalanan untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan berkarya menekuni pekerjaannya. “semoga bapak dan ibu para seniman ini dapat mengikuti jejak Didi Kempot setelah sukses juga selalu berbagi, dan jangan lupa selalu taat dan patuh menjunjung tinggi Protokol Covid-19,” kata perwakilan dari BPIP.

Sementara itu Ketua MPR RI yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa
Saat ini kita masih memasuki masa new normal. Perjuangan melawan Covid-19 tak semudah yang dikira. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan bahwa virus Covid-19 bisa bertahan hidup lebih lama di ruangan tertutup yang memiliki sirkulasi udara kurang baik. Kini semuanya harus lebih waspada. Termasuk seniman jalanan yang biasa berkreasi di jalanan. Bamsoet juga mendorong seniman jalanan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum membenahi komunitas mereka. Khususnya dalam membangun jejaring data, sehingga pemerintah bersama kalangan masyarakat bisa mengetahui berapa banyak persisnya jumlah seniman jalanan.

"Jika sudah ada data by name, by addres, pemerintah akan mudah memberikan bantuan tunai, minimal bisa menjadi tambahan untuk membeli kebutuhan harian dan alat-alat yang mendukung mereka berkarya," tandas Bamsoet.

Bamsoet memandang, ketiadaan pertunjukan seni dan budaya tampaknya masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2020. Walaupun para seniman sudah siap melakukan pola hidup baru dalam menampilkan berbagai karyanya di kala pandemi, belum tentu masyarakat bisa langsung tertarik mendatangi tempat-tempat pertunjukan.

"Teater, galeri, mall, bioskop, dan berbagai tempat kerumuman lainnya belum akan pulih secara cepat. Karena hampir sebagian besar masyarakat baru berani keluar ramah hanya untuk bekerja dan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan primer. Ditambah adanya peringatan dari WHO bahwa Covid-19 bisa menyebar di ruang udara. Selain vaksin, salah satu hal yang bisa menyelamatkan kita untuk tetap bertahan dalam pandemi ini adalah dengan menguatkan solidaritas kebangsaan, bergotong royong membantu semampunya," pungkas Bamsoet. (DirSKJ)