Kepala BPIP: Kedaulatan Rakyat Bersumber dari Musyawarah Mufakat


Jakarta:- Musyawarah mufakat atau konsensus menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan kedaulatan rakyat. Karena dari situ lahir kekuatan pengerat yang mampu menyatukan komunitas-komunitas masyarakat dalam sistem demokrasi konstitusional yang dijalankan oleh negara ini, ungkap Kepala BPIP Republik Indonesia dalam Talkshow yang bertajuk "Kerakyatan dan Penyampaian Pendapat," Sabtu, (1/5).

"Hal ini sejalan dengan sila ke-empat yang dilambangkan kepala banteng. Jadi, kepala banteng merupakan simbol hewan yang suka berkumpul dan bersatu, karena itu menjadi kekuatannya. Artinya, sebagai bangsa yang besar, kita (Warga Negara Indonesia, red) perlu bersatu untuk saling mendukung dan menyokong satu sama lain," ujar Profesor Yudian.

Oleh karena itu, bangsa ini perlu mendorong dan mengamalkan keberadaan musyawarah mufakat dalam setiap aktivitas dengan berlandaskan peraturan perundang-undangan. 

"Tingkat nasional itu melalui DPR, MPR, DPD, jadi siapapun berhak mengusulkan pendapat. Di lain sisi, karena kita berada di sebuah bangsa yang besar, plural baik dari segi suku, agama, dan profesi maka untuk mencapai tujuan ini perlu diiringi dengan kebijaksanaan. Artinya, selain aspek hukum diperlukan juga aspek kearifan lokal," pungkasnya.

Perpaduan antara hukum dan moralitas (kearifan lokal, red) menjadi kekuatan yang besar bagi bangsa ini, bagaimana akar sejarah bangsa Indonesia kental dengan budaya saling menghormati, saling mendukung, tidak boleh menyakiti orang lain, serta yang terbaru dalam menyikapi digitalisasi adalah sikap untuk menghindari hoax yang bertebaran.

Dengan berefleksi pada sumpah pemuda pada tahun 1928, harapannya masyarakat Indonesia terutama generasi muda mampu mereka ulang sejarah kita sebagai praksis nilai yang dipegang teguh untuk kehidupan di masa sekarang dan masa depan.

"Bayangkan, bangsa ini yang dulu bersifat primordial atau kedaerahan dan sporadis ternyata mampu menjadi sebuah negara yang nasionalis dan terus bersambung sampai sekarang menjadi negara yang kokoh," ungkapnya sebagai Keynote Speaker acara yang dihelat oleh Indonesia Pasti Bisa.

Profesor Yudian berpesan kepada generasi muda untuk bisa mengkontekstualisasikan sikap-sikap para pejuang kemerdekaan dengan cara memanfaatkan hak sebagai warga negara, salah satunya dengan menyampaikan pendapat serta menyumbangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu sesuai dengan keahliannya. Dengan begitu pemuda Indonesia sekarang diharapkan mampu mengembangkan apa yang sudah disumbangkan oleh para pemuda tempo dulu yaitu yang terlibat dalam sumpah pemuda.

"Jika kita berhasil melakukan ini, maka dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi negara maju, bahkan akan menjadi salah satu teladan di dunia dalam mengatur kebhinekaan," tutupnya. (FAW)