Hadapi COVID-19, Masyarakat Dimbau Disiplin Diri dalam Beribadah


Jakarta:- Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengimbau tetap waspada dan disiplin diri dalam melaksanakan ibadah di tengah-tengah wabah Covid-19. 

Menurutnya protokol kesehatan merupakan upaya kepentingan bersama untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

"Ya kuncinya adalah disiplin diri ya, karena protokol kesehatan itu untuk kepentingan masyarakat", ucapnya saat dialog bersama Kapus KUB Kementerian Agama Dr. H. Nifasri, M.Pd Kamis, (15/4/2021).

Ia menegaskan hukum tertinggi adalah keselamatan maka, semua tempat peribadahan seperti Masjid, Mushola, Gereja, Vihara, Klenteng dan lainnya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Misalnya salah satu tempat ibadah bisa menampung 1000 orang, maka harus 100 sampai 200 orang saja", tegasnya.

Meskipun merasa bosan, tetapi ia berharap masyarakat untuk tetap bersabar.

Dalam dialog selama 12 menit itu juga menyinggung persoalan aksi terorisme yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri beberapa pekan lalu.

Menurutnya terjadinya aksi terorisme dan radikalisme banyak faktor diantaranya adalah eksklusivisme atau merasa paling benar.

Selain itu dirinya juga sangat mendukung program moderasi beragama yang sudah tercantum dalam RPJMN Tahun 2020-2024 di Kementrian Agama.

"Moderasi agama ini salah satu jalan terbaik untuk menangkal aksi-aksi radikalisme, karena moderasi agama bagian dari akurasi Pancasila", jelasnya.

Ia juga menjelaskan dengan adanya program tersebut menjadi inspirasi bathin bukam aspirasi untuk kepentingan kekuasaan. 

"Inilah cara beragam di indonesia, jadi beragama yang otentik itu agama jadi inspirasi batin bukan aspirasi untuk merebut kekuasaan", ujarnya.

Ia menekankan kepada masyarakat untuk tetap menjaga toleransi berkehidupan berbangsa dan bernegara diawali dari lingkungan keluarga.

"Nenek moyang kita sejak awal sudah hidup bersaudara tidak lagi membedakan itu", tutupnya. (ER)