Guru Harus Gaungkan Habituasi Nilai Pancasila Bagi Peserta Didik


Solo:- Aparatur sipil negara (ASN) khususnya guru harus dapat menggaungkan habituasi dan pembiasaan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh peserta didik.
 
Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo saat Acara Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan ASN khususnya para guru Pendidikan Kewarganegaraan di Area Solo dan Sukoharjo, Kamis (25/3). Sebanyak 100 tenaga pengajar menghadiri acara tersebut.
 
Benny menyampaikan hal ini terkait keprihatinan dari Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati mengenai makin tingginya tingkat intoleransi dan penolakan terhadap keberagaman yang menjadi kenyataan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo Darno dalam acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Evaluasi Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP itu, menyatakan sekarang Pancasila dipandang makin asing bagi para peserta didik
 
“Pancasila makin asing bagi peserta didik. Ini dibuktikan dengan tingkat kemampuan menghafal Pancasila yang rendah di kalangan generasi muda," ujar Darno.
 
Darno juga menilai nilai-nilai seperti tolong-menolong, kerendahan hati dan bergotong royong hanya bisa diresapi dan dilaksanakan oleh generasi tua.
 
Lebih lanjut Darno menyatakan terjadi kebingungan khususnya pada Guru Pendidikan Kewarganegaraan mengenai bagaimana cara dan metode yang paling baik untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan efektif dan dapat diresapi serta dilaksanakan oleh generasi muda.
 
Menanggapi hal itu, Romo Benny menyatakan kebingungan dan keprihatinan itu senada dengan Survei yang dibuat oleh Burhanudin Muhtadi bahwa rata-rata milenial merindukan Pancasila.
 
Menurut Benny, hal ini disebabkan oleh kekhawatiran yang sama yang dialami para tenaga Pendidik yaitu tingkat intoleransi dan kekerasan akibat isu identitas yang berkembang ke arah yang semakin memprihatinkan.
 
Benny juga menganggap perlu perubahan paradigma pendidikan karakter dengan memasukkan nilai-nilai Pancasila yang lebih menitikberatkan pada praktik dan tidak hanya terpaku pada  hafalan.
 
Benny juga menganggap perlu adanya desakan dari ASN terutama kalangan pendidik untuk mendorong masuknya kembali Pancasila sebagai pelajaran wajib di Sekolah Kepada Pemerintah.
 
“Rasa mencintai Tuhan akan berujung pada mencintai sesama manusia dan mencintai sesama  manusia berarti bersatu walau berbeda, bijaksana dan adil. Rasa inilah yang wajib dijaga oleh ASN sebagai pelayan Ibu Pertiwi yang dari rahimnya lahir Kebhinnekaan,” ujar Romo Benny.(BM)