DPR: Bung Karno Adalah Penggali Pancasila


Jakarta:- Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan menegaskan kalau Bung Karno adalah penggali Pancasila yang digali langsung dari nilai nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai tersebut terus dilestarikan dari masa ke masa.

"Bung Karno menggali langsung Pancasila warisan nenek moyang paling luhur di bumi Indonesia. Jadi bapak ibu Bung Karno adalah penggali Pancasila untuk pertama kali dan bukan pencipta Pancasila, " katanya kemarin.

Menurut Putra, jika kelima sila Pancasila itu diperas maka akan menghasilkan intisarinya yaitu gotong royong. "Warisan luhur bangsa Indonesia sejak dulu kala bukanlah emas permata ataupun intan berlian, namun para founding father negara ini mewariskan nilai-nilai luhur yang berasal dari filosofi dasar manusia yaitu gotong royong yang harus dilestarikan dari masa ke masa," katanya

Melalui gotong royong, tambah Putra, apapun masalahnya dan seberat apapun persoalannya dapat diatasi dengan menuntaskannya secara beramai-ramai atau gotong royong.

"Itulah nilai yang paling dasar dari lima sila dari Pancasila sehingga sebagai generasi penerus bangsa kita harus tetap meneruskan semangat gotong royong yang sudah diwariskan tiap jaman," ujarnya.

Menurut Putra, meskipun warga saat ini sedang diuji dengan pandemik COVID-19 dan banjir di Jakarta Timur, tetap tidak membuat semangat gotong royong itu kendor apalagi sampai luntur. Buktinya ada begitu banyak bantuan yang diberikan oleh masyarakat dan diterima warga yang membutuhkan.

"Keluarga terdekat di lingkungan masyarakat bukanlah saudara kita melainkan tetangga yang berada di lingkungan kita. Tetangga adalah orang pertama yang akan memberikan bantuan saat kita sedang dilanda kesusahan," katanya.

Bung Karno, tambah Putra, telah menyatakan bahwa lima sila dari Pancasila tersebut berjiwa gotong royong. Prinsip Ketuhanan nya harus berjiwa gotong royong (yang lapang dan toleran) bukan Ketuhanan yang saling menyerang dan mengucilkan.

Prinsip kemanusiaan universalnya harus berjiwa gotong royong bukan pergaulan kemanusiaan yang menjajah dan eksploitatif . Prinsip persatuannya harus berjiwa gotong royong (mengupayakan persatuan dengan tetap menghargai perbedaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Prinsip demokrasinya harus berjiwa gotong royong (mengembangkan musyawarah mufakat) bukan demokrasi yang didikte oleh suara mayoritas atau minoritas elit penguasa atau pemilik modal.

Prinsip keadilannya harus berjiwa gotong royong (mengembangkan partisipasi dan emansipasi di bidang ekonomi dengan semangat kekeluargaan bukan visi kesejahteraan yang berbasis individualisme, bukan pula kebebasan yang mengekang individu seperti dalam sistem etatisme.

Selain melakukan sosialisasi 4 Pilar, Putra Nababan juga menyerap aspirasi warga terutama terkait dengan pendidikan. Beberapa warga yang hadir pun menyampaikan permohonan bantuan pendidikan seperti PIP, KIP Kuliah dan Bantuan UKT. (BM)