Megawati Minta Perempuan Indonesia Mampu Berikan Kontribusi Bangsa


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri meminta kepada kaum perempuan untuk bisa menunjukkan bahwa dirinya bisa memberikan kontribusi kepada negara melalui keahlian yang dimilikinya.

Mantan presiden ke 5 itu menyebut semasa jabatannya sebagai wakil Presiden saat mendampingi Presiden Gus Dur sudah meminta 30 persen wanita untuk terjun dalam bidang politik pemerintahan. 
 
"Saya sangat ingat ketika saya menjadi wakil presiden ketika pada waktu itu organisasi wanita meminta kepada presiden untuk diterapkannya kuota minimal 30% perempuan pada saat pemilu legislatif DPR RI dan juga DPRD provinsi kabupaten kota sebenarnya telah dilaksanakan," jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara Senyuman Ibu Pertiwi di Kompas TV, Selasa (22/12). 
 
Megawati bercerita bahwa sebelum adanya pahlawan wanita masa kini, jaman dahulu pada abad sebelum masehi sudah banyak wanita-wanita yang menjadi pahlawan untuk perjuangan bangsa. Ia meminta kepada kaum Ibu termasuk kaum perempuan yang ada di Indonesia berjuang bersama untuk bisa maju dan memberikan kontribusi terhadap negara. 
 
"Kaum perempuan Indonesia sebelum negara ini merdeka mempunyai begitu banyak tokoh perempuan, seperti pada abad ke-7 seorang Ratu Shima, Ratu penguasa Kerajaan Kalingga di pantai utara Jawa Tengah tidak lupa Tribuana Tunggadewi penguasa Ketiga Kerajaan Majapahit di abad ke-13 dan pada abad ke-16," jelasnya. 
 
Sementara itu, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi mengatakan, perempuan perempuan bangsa ini sangat berkontribusi untuk negara. Dimana kontribusi perempuan sangat penting untuk memajukan bangsa ini karena menurutnya perempuan ini pahlawan bangsa yang terlupakan.
 
"Sangat penting sekali menurut saya bahwa perempuan memiliki andil yang besar dalam perjuangan bangsa, karena banyak pahlawan wanita yang sudah lebih dulu memperjuangkan bangsa semasa hidupnya dahulu," ucapnya saat menghadiri acara yang sama di Kompas TV. 
 
Prof. Yudian mengaku bahwa peran perempuan sangat penting dalam kehidupan bangsa. Dia menceritakan pada zaman dahulu bahwa banyak perempuan yang mau menjadi volunteer dalam setiap event kegiatan.
 
"Jaman SD dulu rata rata perempuan yang jadi volunteer jumlahnya sangat besar di Indonesia. Disemua komunitas ya maksud saya, ini bukan hanya di komunitas islam saja rata rata begitu. Dan kalau ditarik kebelakang, kalau tidak ada peran perempuan maka amburalah amandemen kita ini," jelasnya. 
 
Senada dengan Megawati dan Kepala BPIP, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga menjelaskan bahwa peran perempuan dalam pembangunan negara ini bisa dimulai dari masyarakat terkecil yaitu keluarga. Peran perempuan dalam keluarga sangat vital menurut saya.
 
"Peran perempuan di keluarga bisa merupakan sebagai manager dalam keluarga dan sangat penting. Dan semua itu dimulai dari perempuan yang tidak menunjukkan transparansi gender dalam kehidupan anak-anaknya", paparnya. 
 
Bintang mengaku, dari hal kecil dalam keluarga misal seperti permainan saja terhadap anak bisa dikatakan seperti menunjukkan transparansi gender yang harus dihindari oleh kaum perempuan.

"Nah maka dari hal ini seperti permainan saja yang dimainkan oleh anak perempuan tidak boleh diikuti anak laki laki dan sebaliknya juga begitu. Harus adanya pemerataan sejak dini terhadap anak yang diberikan perempuan dalam mendidik anak", tutupnya. (BM)