BPIP: Ingin Tanamkan Pendidikan Pancasila di Kalangan Mahasiswa


Bangkalan;- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kunjungannya ke Universitas Negeri Trunojoyo Madura, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi Dr. Ani Purwanti, S.H.,M.Hum mengatakan bahwa kurangnya pemahaman pancasila di tingkat mahasiswa saat ini membuat hilangnya keteladanan yang harus diambil mahasiswa dari kehidupan dengan mengarusutamakan Pancasila. 

"Dari kunjungan ini, serta kegiatan yang sudah kami lakukan, kami dari BPIP ingin mahasiswa bisa menjadi contoh kepada khalayak banyak membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari harinya". Jelasnya saat melakukan Webinar "Pembangunan Karakter dan Ideologi Pancasila" Kamis, (22/10) Bangkalan, Jawa Timur. 

Ani mengangaku, Pancasila saat ini harus menjadi fungsi sebagai dasar negara, pandangan hidup dan juga sebagai ideologi. Dia mengatakan, melaksanakan pembangunan dalam diri mahasiswa tentang Pancasila harus bisa dipahami dengan benar, karena Pancasila merupakan aspek dasar negara. 

"BPIP ingin mengembalikan Pancasila agar dikenal kembali oleh masyarakat melalui adanya pembelajaran kepada mahasiswa, kemudian tokoh-tokoh Pancasila juga sudah kami berikan mandat untuk bisa menjadi contoh Ikon Pancasila." Jelasnya. 

Sementara itu, Prof. Dr. Nunuk Nuswardani ,S.H.,M.H menjelaskan, akses pendidikan yang harus dimulai saat ini adalah dengan mengajarkan kepada mahasiswa tentang Ideologi Pancasila, dimana saat ini masih belum ada di kurikulum mata kuliah mengenai pemahaman pancasila yang wajib diketahui mahasiswa.

"Karena saat ini masih banyak PR yang harus dilakukan untuk menanamkan rasa nasionalis serta menanamkan jiwa Pancasila kepada mahasiswa harus dilakukan dengan cara kurikulum yang wajib ada untuk mahasiswa dan juga pelajar". Jawabnya. 

Selain itu, Dr. Devi Rahayu, S.H.,M.Hum mengatakan Pancasila merupakan dasar yang saat ini masih banyak belum dipahami. Dia mengatakan, kesenjangan antara perempuan dan laki laki saat ini sudah mulai membaik. Khusus perempuan dalam menempuh pendidikan harus memberikan warna dalam pendidikannya agar lebih seimbang dalam pendidikan, baik dalam akademik maupun non akademik. 

"4 pokok pikiran yang merupakan penjabaran nilai pancasila yaitu negara persatuan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, negara mewujudkan keadilan sosial, negara berkedaulatan rakyat, dan berdasarkan ketuhanan yang maha esa". Jelasnya. 

Dalam acara tersebut turut hadir juga, Dr. Himawan Estu Bagijo S.H., M.H Plt Bupati Mojokerto, Prof. Dr. Nunuk Nuswardani,S.H.,M.H sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura, Dr. Devi Rahayu, S.H.,M.Hum sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura dan Fauzin S.H., LL.M sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura. (BM)