Buya Syafii soal Pemulangan WNI Eks ISIS: Memang Serba Repot


Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berencana memulangkan 600-an WNI mantan simpatisan ISIS dari Timur Tengah. Isu itu kini masih menjadi polemik.

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) berencana memulangkan 600-an WNI mantan simpatisan ISIS dari Timur Tengah. Isu itu kini masih menjadi polemik.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif turut mengomentari soal isu pemulangan WNI eks ISIS itu. Menurut Buya, mereka yang telah berbaiat dengan ISIS otaknya sudah dicuci.

“Memang serba repot, ya, serba repot. Mereka ini kan sudah dicuci otaknya oleh propaganda ISIS itu. Itu kan Suriah, Irak itu adalah negara yang sedang kacau. Perang saudara mengamuk itu ya, jadi alasan agama untuk ikut ke sana, itu alasan agama yang sama sekali tidak punya dasar,” kata Buya ditemui di masjid dekat rumahnya di Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, Senin (10/2).

Buya menjelaskan pemulangan WNI eks ISIS ini sulit. Selain banyak yang telah menyobek dokumen seperti paspor. Buya juga mempertanyakan apakah masih ada ideologi Pancasila dalam diri WNI eks ISIS.

“Sekarang pemulangan mereka ini memang sulit (diterima) warga negara kita. Sebagian dari mereka (WNI Eks ISIS) mungkin sudah menyobek-nyobek paspor. Saya rasa ini harus dipelajari betul apakah pemerintah, negara bisa menjamin atau membuat karantina untuk mereka. Kalau tidak, ya, jadi warga negara yang tidak punya negara,” ujarnya.

Kini apa yang menimpa WNI eks ISIS menurut Buya sudah menjadi risiko. Musababnya, mereka sendiri yang memilih jalan seperti ini. Mereka bahkan tidak meminta izin kepada negara, pemerintah, atau kedutaan.

Selain itu, jika mereka itu pulang dengan membawa ideologi ISIS maka dikhawatirkan akan menimbulkan kekacauan baru.

“Kalau misi kemanusiaan, memang susah mempertimbangkan, apakah mereka masih tetap punya ideologi itu (ISIS), nanti kalau di Indonesia mengacau lagi, ya, kan persoalan besar,” kata dia.

Kepada pemerintah, Buya berpesan agar berhati-hati dan benar teliti dalam mengkaji soal pemulangan WNI eks ISIS ini.

“Dikumpulkan BNPT, BIN, atau semua kumpulkan semua untuk memutuskan apakah mereka mau dipulangkan. Atau mungkin mereka nggak mau pulang, kita nggak tahu juga,” ujar dia.