BPIP Gotong Royong Finalisasi "Panca Main" Bersama Komunitas


Depok;- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Komunitas Permainan Rakyat Tradisional Indonesia (KPOTI), Asosiasi experiential learning indonesia (AELI) dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat permainan yang sudah lama ditinggalkan dan kembali dikenalkan kepada anak anak melalui keluarga di masa pandemi Covid -19 saat ini.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dr. Rima Agristina menjelaskan, permainan yang dikeluarkan dengan nama "Panca Main" sangat prospektif dilakukan untuk lingkungan keluarga. Dia berharap permainan orang tua jaman dahulu bisa dikenalkan kembali kepada anak-anak, serta mengenang masa kecil orang tua saat masih kecil dahulu.

"Jadi bisa membangun dialog antara orang tua dan anak. Kemudian, anak-anak bukan sekedar hanya bermain tetapi bisa menemukan Indonesia, mereka bisa mencintai Indonesia, mereka bisa mengenalkan Pancasila kepada anak anak", Harapnya saat melakukan reviu Permainan Panca Main di Depok, Jawa Barat (11/9/20).
Rima mengatakan, ada sebanyak 2600 permainan yang ada di Indonesia yang sudah dilupakan anak-anak saat ini disibukkan dengan permainan di internet (Gadget). Dia berharap melalui komunitas yang sudah mau berpartisipasi untuk menghidupkan kembali permainan yang sudah lama tidak dimainkan oleh anak-anak, bisa kembali dicintai saat ini.

"Kita mencoba hadirkan kembali dengan cara kekinian tanpa menghilangkan nilai-nilai yang sudah ada disana. Dan bisa mengangkat perekonomian Indonesia serta bisa merambah dunia UMKM karena buatan asli Indonesia", paparnya.

Selain bekerja sama dengan Komunitas, BPIP juga bekerja sama dengan antar lintas lembaga dan Kementerian untuk bersama sama memajukan permainan tradisional. Menurut Rima, 2600 permainan tradisional tersebut bukan hanya permainan milik BPIP melainkan milik bersama.

"BPIP berharap permainan ini bukan hanya milik BPIP, tetapi kami bergotong royong bersama lintas kementerian dan lembaga. Nanti untuk membumikan kepada masyarakat, dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentu saja teman-teman dari komunitas tentu akan bekerja sama dengan BPIP dengan kementerian dan lembaga terkait." Jelasnya.

Ketua Umum Komite Permainan dan Olahraga Rakyat Tradisional Indonesia Dr. M. Zaini Alif mengatakan, target awal KPOTI merupakan konsep yang sudah di inginkan sejak dahulu karena ingin melestarikan budaya permainan yang harus kita jag, sesuai dengan undang-undang No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

"Di Dalam kemajuan kebudayaan ada 4 unsur. Unsur perlindungan, unsur pengembangan, unsur pemanfaatan, dan unsur pembinaan. Unsur perlindungan sudah kita kumpulkan data-data permainan, sementara di pengembangan seperti panca main, sementara pemanfaatan pengrajin di daerah dan bekerja sama di tingkat kelurahan. Nah, barulah di tingkat pembinaan ada BPIP yg mengendalikan pembinaan". Ucapnya.

Sementara untuk memenuhi keberhasilan Panca Main agar bisa dinikmati oleh keluarga. Zaini mengaku sudah melakukan berbagai workshop untuk melihat seberapa berpengaruh permainan Panca Main tersebut bisa dinikmati oleh keluarga di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Dari eksperimen dan eksperimen yang kami lakukan, kami coba memasuki wilayah keluarga melalui webinar atau workshop itu banyak keluarga yang mengikutinya. Dan mendapat kebahagiaan baru. Dan mereka bisa bermain tanpa harus keluar". Tutupnya.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono, M. Pd, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya  dan Samuel Watimena. Narasumber tersebut, menghadiri secara daring dan memberikan masukan kepada finalisasi penyusunan Panca Main (BM)