Akademisi: Pancasila Sebagai Titik Temu, Titik Tumpu dan Titik Tuju


Yogyakarta:-Salah seorang Akademisi Satriawan Salim, S.Pd., M.Si menyebut Pancasila sebagai titik temu, titik tumpu dan titik tuju bagi warga negara Indonesia.

Menurut dosen Labschool dan Universitas Negeri Jakarta itu, Indonesa memilki ratusan suku, adat dan 6 agama yang diakui pemerintah dan bertumpu dalam satu ideologi yakni Pancasila.

"Bayangkan suku, ras, adat di Indonesia bermacam-macam bahkan agama ada 6 yang diakui pemerintah serta terdapat kepercayaan lainnya, tetapi semua bertumpu di titik Pancasila, kemudian memilki tujuan kepada nilai-nilai Pancasila yakni, Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan, keadilan sosial, permusyawaratan dan seterusnya", ucapnya saat diwawancara usai mengisi materi pendidikan dan pelatihan bagi Organisasi Kemasyarakatan di Yogyakarta, kamis (10/9/2020).

Dosen pendidikan Pancasila itu mengatakan kehadiran Pancasila yang dibentuk pendiri bangsa itu sebagai anugerah dari tuhan yang maha Esa sebagai dasar Negara dan bisa mempersatukan bangsa.

"Coba bayangkan jika tidak ada Pancasila sebagai dasar Negara kita yang berbeda-beda ini, apa yang menjadi titik temu, titik tumpu dan titik tuju kita?" terangnya.

Dirinya mendorong kepada peserta supaya tidak sia-sia mengikuti diklat ini. Diharapkan setelah pulang ke lingkungan organisasi dan masyarakat dapat menjadi contoh dalam mengamalkam nilai-nilai Pancasila atau disebut duta Pancasila.

"Saya fikir mereka sudah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila seperti kegiatan internal maupun sosial. Namun yang perlu digarisbawahi mereka harus memperkuat persatuan seperti, tidak pragamatis, tidak mudah terpecah belah, tidak mudah terprovokasi. Karena jika beda pandangan tidak ada jalan lain selain bermusyawarah, seperti yang dilakukan founding father dan mothers kita saat merumuskan Pancasila", tutupnya. (ER)