Di IPB Kiai Said Sampaikan 3 Hal Tidak Boleh Dimonopoli Manusia


Masyarakat Indonesia, termasuk warga NU masih banyak yang hidup dalam kondisi miskin. Sementara itu, banyak kekayaan alam di negeri ini dikangkangi oleh sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan konglomerat.
 
"Sumber daya hutan, air, energi, dan kekayaan alam Indonesia lainnya banyak dikendalikan dan dikuasai oleh segelintir orang. Dan hal itu, tidak sesuai dengan perintah Nabi Muhammad Saw," kata Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat mengisi Seminar Kebangsaan Pancasila dengan tema Insprirasi, Kreasi untuk SDM Unggul, Ahad (19/1) di FEM, IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat.
 
Padahal, kata Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, ada tiga hal yang tidak boleh dimonopoli oleh manusia. "Pertama air, kedua api (gas), dan ketiga hutan," kata Kiai Said.
 
Untuk itu Kiai Siad menyerukan agar negara dapat berbuat adil dengan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Ia menambahkan, sudah saatnya dihentikan perbedaan kecil (furu') di antara anak bangsa. Hal yang terpenting bagi bangasa Indonesia adalah bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan, sebagaimana termaktub dalam pengamalan sila kelima dari Pancasila.
 
Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini juga menyampaikan secara terang sejarah berdirinya Indonesia dan peran NU di dalamnya.
 
"Indonesia didirikan oleh seluruh komponen bangsa termasuk jamiyah Nahdaltul Ulama, pesantren, kampus, santri dan mahasiswa. Oleh karena itu, perlu dijaga dan patut dipertahankan sampai kapan pun," tegas Kiai Said.
 
Seminar dihadiri juga oleh Rektor IPB, Arif Satria; Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis IPB, Jaenal Effendi, civitas akademika IPB, Ketua PCNU Kota Bogor, Ifan Haryanto, serta segenap pengurus lembaga/Banom NU se-Kota Bogor.
 
Seminar merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang dilaksanakan oleh PCNU Kota Bogor.