Kepala BPIP Pilih Sendiri Tiga Sapi Untuk Kurban


Jakarta, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi memilih sendiri tiga ekor sapi yang akan dijadikan kurban pada perayaan Idhul Adha 2020 di kawasan Rawamangun.

“Saya senang bisa datang dan memilih sendiri sapi yang akan dijadikan kurban, sekaligus untuk memastikan hewan yang dijadikan kurban memenuhi persyaratan” ungkap Yudian Ketika ditemui di pasar hewan Rawamangun, Kamis (30/7) kemarin.

Pendiri Pondok Pesantren Nawesea ini mengungkapkan bahwa Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

“Menyembelih dimaknai, keikhlasan untuk memberikan sesuatu yang paling berharga pada diri kita. Juga diartikan membunuh karakter buruk. Seperti sifat sombong, sifat rakus, dan sebagainya,” kata Guru Besar IAIN.

Tonny Agung Arifianto, Kepala Biro Perencanaan BPIP yang didapuk sebagai Ketua Panitia Idul Adha BPIP menyampaikan bahwa ketiga sapi tersebut sudah di salurkan ke beberapa lokasi.

“Usai dari pasar kemarin seluruh sapi sudah kami salurkan langsung dan kirim antara lain ke Pesantren Riyadussalikhin Pangandaran, Pengurus PBNU dan satu lagi ke Pengurus PP Muhammadiyah,” ungkap Pria kelahiran Purwodadi ketika dihubungi via ponsel, Jumat (30/7).

Tiga Sapi yang disumbangkan merupakan bentuk ibadah Idul Kurban dari pejabat dan pegawai BPIP pada peringatan Idul Adha 2020. (*)