BPIP dan KPOTI Bumikan Pancamain di Wilayah Jawa Barat


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) secara resmi telah membuat 5 permainan tradisional dalam satu paket Pancamain Indonesia yang terdiri dari Panca Gasing, Papancakan, Bola Lima, Catur Teungku Umar dan Balap Jajar atau Catur Jawa. Pancamain Indonesia ini merupakan suatu sarana pembelajaran yang memiliki nilai-nilai Pancasila sekaligus pemberdayaan Koperasi, usaha kecil menengah bagi pengrajin permainan tradisional tersebut.
 
Dalam pembukaan webinar “Pembumian Pancasila Melalui Panca Main Indonesia di Wilayah Jawa Barat” Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono mengatakan bahwa BPIP terus menerus mensosialisasikan permainan tradisional melalui kegiatan dari Kedeputian 5. Hariyono menjelaskan, Pancasila telah disepakati oleh pendiri bangsa sebagai dasar negara yang sudah tercantum dalam UUD 1945. Pancasila sebagai dasar negara tidak bias kuat dan kokoh jika tidak didukung oleh Pancasila sebagai pandangan hidup.
 
”Pada hakikatnya Pancasila sebelum menjadi dasar negara, merupakan nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat.” Ucapnya saat membuka webinar Selasa, (14/9).
 
Hariyono mengaku bangga dengan pekerjaan yang dilakukan oleh Deputi 5 yang dipimpin oleh Rima Agristina serta jajarannya dalam menggali nilai nilai Pancasila melalui permainan tradisional yang bekerja sama dengan KPOTI. Dia menyadari bahwa permainan tradisional bukan sebuah permainan yang kadaluarsa atau ketinggalan jaman, melainkan sebuah permainan yang mengingatkan banyak warisan dari Jawa Barat yang memiliki nilai tradisional.
 
“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak warisan nilai-nilai tradisional. Dari mainan-mainan ini kita bisa merambah ke hal-hal yang lain. Dengan bantuan pemerintah daerah Jawa Barat, diharapkan kita dapat mengajak guru-guru, anggota masyarakat, tokoh pemuda untuk menggalakan budaya dan tradisi permainan tradisional ini tanpa sikap tradisional. Akan sangat mungkin modifikasi permainan tradisional”. Jelasnya.
 
Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina mengatakan, permainan tradisional sangat perlu dijaga dan dirawat Bersama. Menurutnya, mempromosikan kembali permainan tradisional sebagai sarana pembelajaran Pancasila bagi anak anak. 
 
“Permainan tradisional ini perlu kita rawat dan kita jaga bersama. Karena dalam permainan tradisional Indonesia itu kita bisa menggali nilai-nilai Pancasila. Bangsa dan negara Indonesia melakukan banyak usaha dalam pandemi ini untuk membangun Indonesia agar tercapai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan Makmur”. Jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua KPOTI Mohamad Zaini Alif mengatakan, permainan tradisional yang terkenal di luar negeri sudah ada saat ini. Dimana, permainan tersebut bernama Teuku Umar Spell dan Surakarta Game. Dia mengaku bahwa permainan tradisional yang sudah ada sejak lama di Indonesia masih sangat minim dimainkan oleh anak anak Indonesia. 

“Permainan tradisional yang terkenal di luar negeri adalah Teuku Umar Spell dan Surakarta Game, selain itu KPOTI setiap tahunnya mendapatkan undangan dari berbagai negara untuk mengajari anak-anak melakukan permainan dan olahraga tradisional dari Indonesia.”paparnya. (BM)