KUKM Dengan Pancasila Disebut Sebagai Jalan untuk Terwujudnya Keadilan Sosial


Jakarta:- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto mengatakan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) dengan nilai-nilai Pancasila sebagai jalan untuk terwujudnya keadilan sosial.

"Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, jangan di abaikan harus kita kedepankan, karena dengan pemberdayaan Koperasi UKM itu jalan menuju terwujudnya keadilan sosial", ucapnya saat menjadi narasumber pada webinar Gema Sejuta Penggerak UMKM untuk Indonesia, Rabu (21/10).

Menurutnya bekerjasama dan berkolaborasi antar Pelaku KUKM, Masyarakat, Pemerintah dan Pengusaha maka akan memiliki kekuatan yang seimbang.

"Kalau kita bekerjasama antar yang berkepentingan maka yakin kekuatannya seimbang dan siling asah, siling asih, siling asuh," jelasnya.

Meskipun demikian tegas salah seorang pengusaha besar itu untuk mewujudkannya perlu proses maraton dan membutuhkan estafet kerja dengan nafas yang panjang.

"Mari kita wujudkan mimpi-mimpi ini tidak ada yang tidak mungkin bagi bangsa Indonesia," ajaknya.

Dalam kesempatan yang sama Imam Prasodjo mengatakan tidak perlu industri besar akan tetapi perlu tekad bersama sehingga menjadi kekuatan besar, seperti di sejumlah Desa yang sudah ia bina.

"Tidak butuh industri besar, tetapi yang dilakukan sejumlah sejumlah desa ini "small is beautiful", jelasnya.


Ia juga mengatakan penggerak KUKM hanya membutuhkan orang-orang abnormal yang memiliki tekad kuat untuk berhasil.

"Selain memperkuat jejaring, untuk melakukan ini kita butuh orang-orang yang abnormal," ucapnya.

Selanjutnya narasumber terakhir Alissa Wahid menjelaskan KUKM merupakan kekuatan Nasional yang diyakini mampu melawan ketimpangan di Indonesia.

"Nah yg paling penting KUKM yang harus melawan ketimpangan di Indonesia, saya yakin kita bisa itu", ungkapnya.

Menurutnya semangatnya pemberdayaan Koperasi dan UKM merupakan semangat berbagi dan makmur bersama.

"Intinya adalah partisipasi masyarakat itu sangat kuat saling berbagi dan tidak harus menunggu dari Negara", jelasnya.

Kemudian menurut putri Presiden Republik Indonesia ke-4 itu upaya maju bersama, makmur bersama ini tidak hanya untuk Koperasi dan UKM nya saja melainkan untuk sebuah Bangsa dan Negara.

"Solidaritas tidak pernah jauh dari kehidupan Indonesia dengan berkesinambungan Koperasi dan UKM dapat memperkuat Bangsa", tutupnya. (ER)