Kepala BPIP: Lokalitas Harus Tetap Dipertahankan dalam Kehidupan Internasional


Jakarta:- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan bahwa kita sebagai Warga Negara Indonesia memiliki lokalitas yang harus dipertahankan dalam kehidupan internasional, sehingga identitas kebangsaan kita akan tetap terjaga sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut disampaikannya pada acara webinar yang diselenggarakan Pusdiklat Kementerian Luar Negeri dan dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di seluruh dunia. Acara ini dimoderatori langsung oleh Kepala Pusdiklat Kemenlu, Dr. Yayan Ganda Hayat Mulyana melalui pertemuan virtual, Rabu (9/6).

Dengan mengusung tema “Nilai-Nilai Luhur Pancasila dalam Kepemimpinan Pelaksanaan Politik/Hubungan Luar Negeri”, Kepala BPIP menyampaikan jika tantangan ideologi Pancasila dalam konteks global memiliki spektrum yang luas, diantaranya adalah konflik perbatasan yang mempengaruhi batas-batas wilayah Indonesia, ancaman militer asing, ideologi transnasional, perang ekonomi, perubahan iklim, dominasi budaya asing, dan resesi ekonomi global.

Tantangan itulah yang kemudian membutuhkan hadirnya wawasan kebangsaan sebagai pembentuk jati diri bangsa terutama dalam memahami sistem ekonomi, struktur sosial, hingga konsepsi keadilan sosial.

“Wawasan kebangsaan membentuk hidup kita misalnya pemahaman atas sistem ekonomi bangsa yang semata mata tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga solidaritas sosial dan kemerataan sehingga menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia”, ungkapnya.

Tidak berhenti disitu, pada pertemuan ini Kepala BPIP juga mengajak kepada seluruh peserta webinar yang hadir untuk peka terhadap politik dalam negeri.

“Mengutip Otto von Bismarck, Extension of domestic policy is foreign policy, adagium ini tidak hanya menunjukkan eratnya politik luar negeri dengan persoalan domestik, bahkan akar dari politik luar negeri adalah politik dalam negeri itu sendiri”, imbuhnya.

Melalui kepekaan terhadap politik dalam negeri inilah para putra-putri bangsa yang ada di luar negeri diharapkan mampu untuk memahami Pancasila dengan baik dalam bingkai nasionalisme dan internasionalisme, pungkasnya. (FAW)