BPIP: Perbudakan di Kapal Long Xing, Bertentangan dengan Kemanusiaan


Jakarta - Awal Mei 2020 netizen Indonesia digemparkan dengan video yang diduga perbudakan terhadap ABK Indonesia oleh kapal ikan China, Long Xing. Informasi terkait pebudakan tersebut, disiarkan oleh stasiun televisi asal Korea Selatan, MBC.

Merespon hal tersebut, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Benny Sosetyo angkat bicara. Benny menegaskan, tindakan perbudakan sangat bertentangan dengan nilai martabat kemanusiaan.

“Tindakan perbudakan dengan cara yang tidak beradab, bertentangan dengan nilai martabat kemanusiaan”, tegas Benny melalui pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Rohaniwan yang juga penggiat kemanusiaan itu berharap, persoalan ini harus diusut dan diinvestigasi secara tuntas.

“ke depan dibutuhkan jaminan keselamatan ABK, dan diperukan perjanjian internasional untuk melindungi martabat manusia”, ujarnya.

Menurut Romo Benny (sapaan akrab Benny Susetyo), kasus ini mencoreng wajah keadaban kemanusiaan. Diharapkan ke depan peristiwa keji seperti perbudakan di kapal China itu tidak lagi terjadi, karena itu pertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan merupakan pelanggaran HAM berat.

“tindakan yang dilakukan oleh kapal itu (Long Xing) bertentangan dengan nilai universal, yang juga tercantum dalam Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab”, tandas Benny. (Ams)