BPIP: Produk-produk Pendidikan Pancasila Perlu Disinkronkan


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan tinjauan buku Pendidikan Pancasila untuk Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai dengan 6 pada Senin (30/11) di Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Standardisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal, di bawah arahan Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP.
 
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BPIP, serta Direktur Utama Balai Pustaka dan Jajaran itu, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri) BPIP, Prof. Adji Samekto dalam sambutannya mengatakan pentingnya melakukan sinkronisasi terhadap buku-buku Pendidikan Pancasila yang diterbitkan tersebut.
 
“Buku (Pendidikan) Pancasila yang diterbitkan oleh BP (Balai Pustaka) untuk kelas 3 sampai kelas 6 SD, ini penting untuk disinkronkan oleh BPIP khususnya Kedeputian Pengkajian dan Materi,” ujar Adji.
 
Menambahkan apa yang diutarakan oleh Deputi Jianri BPIP, Sekretaris Utama (Sestama BPIP) Karjono mengatakan bahwa antara BPIP dengan Balai Pustaka sudah ada Nota Kesepakatan Bersama/Memorandum of Understanding (MoU).
 
“(selain kegiatan meninjau buku Pendidikan Pancasila) dari MoU itu sudah dihasilkan video pembelajaran. BP wangi, BPIP pun juga wangi di dunia Pendidikan, o ternyata BPIP dan BP sudah kerjasama melahirkan buku-buku Pendidikan.” terang Karjono.
 
Baik Sestama serta Deputi Jianri sepakat bahwa sejarah terkait kelahiran Pancasila, harus clear tersampaikan ke masyarakat, khususnya kalangan milenial. Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945, dan kemudian didalektikakan sehingga lahir Piagam Jakarta 22 Juni 1945, sampai disahkannya rumusan akhir Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, merupakan satu rangkaian peristiwa sejarah yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
 
Lebih lanjut, Direktur Standardisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal, Toto Purbiyanto menjelaskan tugas dan fungsi dari direktorat yang dipimpinnya adalah melaksanakan penyusunan materi, bahan ajar, dan metode pembinaan ideologi Pancasila (PIP) untuk Pendidikan formal, nonformal, dan informal.
 
“Sejauh ini sudah disusun (materi PIP), menunggu persetujuan dari pimpinan untuk dipublikasikan” pungkas Toto.
 
Menurutnya, melakukan peninjauan terhadap buku Pendidikan Pancasila yang diterbitkan Balai Pustaka ini, juga merupakan bagian dari tugas dan fungsi dari Direktorat Standardisasi Materi dan Metode Formal, Nonformal, dan Informal. (AMS)