Gaet TNI AD, MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar dan Pelatihan Bela Negara


MPR RI bekerja sama dengan TNI AD mencanangkan program sosialisasi empat pilar MPR RI, beserta pelatihan bela negara untuk para pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), seperti SOKSI, FKPPI, dan Pemuda Pancasila. Kegiatan tersebut digelar untuk mengukuhkan nasionalisme para pemuda. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan kecintaan pemuda Pancasila dan NKRI mesti ditingkatkan untuk menghindari masuknya paham radikalisme.

Jakarta - MPR RI bekerja sama dengan TNI AD mencanangkan program sosialisasi empat pilar MPR RI, beserta pelatihan bela negara untuk para pemuda dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), seperti SOKSI, FKPPI, dan Pemuda Pancasila. Kegiatan tersebut digelar untuk mengukuhkan nasionalisme para pemuda.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan kecintaan pemuda Pancasila dan NKRI mesti ditingkatkan untuk menghindari masuknya paham radikalisme.

"Sistem pendidikan kita memang harus lebih disempurnakan untuk memastikan anak-anak generasi milenial dan Generasi Z kita cinta mati terhadap Pancasila dan NKRI. Kehadiran MPR RI dan TNI AD dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, akan semakin menguatkannya," kata Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (8/4/2020).

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dan anggota ormas diberikan pelatihan fisik, kedisiplinan, dan pengetahuan dasar-dasar militer serta bela negara. Bamsoet berharap jajaran TNI bisa ikut menjadi narasumber dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar yang dilaksanakan MPR RI di berbagai daerah, guna mengukuhkan semangat bela negara kepada para peserta.

"Dalam berbagai persoalan kebangsaan dan kenegaraan, yang tak hanya berkaitan dengan menjaga kedaulatan negara dari serangan militer, TNI terbukti selalu sigap berada di garis terdepan. Baik dalam penanggulangan bencana alam, aksi sosial kemanusiaan, hingga melawan pandemi COVID-19. Semangat cinta dan bela negara yang dimiliki personil TNI ini perlu untuk ditularkan kepada setiap generasi bangsa," imbuh Bamsoet.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN), membuka peluang setiap warga negara mengikuti pelatihan semi militer, guna menjadi komponen cadangan yang memperkuat peran TNI. UU tersebut dapat digunakan TNI untuk menularkan semangat bela negara kepada para generasi bangsa, khususnya dari kalangan millenial.

"Di Korea Selatan saja, yang negerinya sudah mapan dan pendapatan rakyatnya terbilang sudah tinggi, masih mewajibkan setiap warga negaranya mengikuti wajib militer. Termasuk para artis top Korea yang digandrungi remaja Indonesia, dari mulai boyband hingga aktor drama Korea, semua mengikuti wajib militer. Di Indonesia, kita memang tidak menganut wajib militer, namun bukan berarti kita menutup kesempatan kepada generasi bangsa yang ingin menjadi bagian kekuatan dalam sistem pertahanan. Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI maupun pelaksanaan UU PSDN, TNI bisa semakin memperkuat jiwa nasionalisme warga negara," ujar Bamsoet.

Guna membahas kegiatan Sosialisai Empat Pilar dan pelatihan bela negara, Bamsoet menemui KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di di ruang kerja KSAD, di Jakarta, Selasa (7/4/20). Bamsoet datang bersama senior pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Thomas Suyatno dan beberapa pengurus, di antaranya Fatah Ramli, dan Ketua Umum Baladika Karya Novel Saleh Hilabi.
(akn/ega)