Buya Syafii Maarif Mengaku Sudah Kontak Orang Istana Minta Agar Jokowi Diberi Peta Soal 20 Capim KPK


Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif mengaku telah menghubungi orang di lingkungan Istana Negara terkait proses seleksi calon pimpinan KPK.

JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif mengaku telah menghubungi orang di lingkungan Istana Negara terkait proses seleksi calon pimpinan KPK.

Dalam pembicaraannya Buya Syafii Maarif meminta agar Presiden Joko Widodo diberikan data lengkap terkait 20 Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) yang saat ini sedang menempuh tahapan Uji Publik dan Wawancara.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar Jokowi bisa memilih orang yang independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun sesuai dengan kriteria pada pasal 3 Undang-Undang KPK yang berbunyi 'Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun'.

"Kemarin saya kontak orang di lingkungan Istana supaya Pak Presiden diberi peta sebenarnya untuk 20 orang itu sehingga yang terpilih nanti adalah yang sesuai dengan Pasal 3 itu," kata Buya Syafii Maarif di Gedung Penunjang KPK, Rabu (28/8/2019).

Terkait dengan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi, ia mengatakan Jokowi harus berpihak pada fakta-fakta yang ada.

"Ya Presiden (perlu) berpihak pada fakta, kepada yang benar. Jadi saya katakan mungkin yang paling ideal tidak ada, tapi yang setidak-tidaknya yang memimpin KPK itu yang catatan hitamnya sedikit atau tidak ada sama sekali. Saya kira itu wajar," kata Buya Syafii Maarif.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya Komisi III DPR RI untuk memastikan pimpinan KPK selanjutnya bebas dari kepentingan pribadi dan golongan.

"Yang juga penting nanti Komisi III. Komisi III itu kan orang politik semua, perwakilan partai politik. Saya berharap kali ini Komisi III jangan berdasarkan kepentingan golongan politik tapi betul-betul untuk bangsa dan negara," kata Buya Syafii Maarif.

Sebelumnya Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK mengumumkan sejumlah nama yang lolos dalam proses seleksi profile assessment atau penilaian profil.

Pengumuman dilakukan di lobby Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat siang (23/8/2019).

Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih mengatakan, 20 nama tersebut berasal dari berbagai latar belakang.

Sebelumnya 40 nama itu mengikuti seleksi Profile Assessment yang dilakukan pada 8-9 Agustus 2019, di Lemhanas RI Jakarta.

Berikut nama-nama Capim KPK yang Lolos Profile Assessment berdasarkan abjad :

1. Alexander Marwata - Komisioner KPK

2. Antam Novambar - Anggota Polri

3. Bambang Sri Herwanto - Anggota Polri

4. Cahyo RE Wibowo - Karyawan BUM

5. Firli Bahuri - Anggota Polri

6. I Nyoman Wara - Auditor BPK

7. Jimmy Muhamad Rifai Gani - Penasihat Menteri Desa

8. Johanis Tanak - Jaksa

9. Lili Pintauli Siregar - Advokat

10. Luthfi Jayadi Kurniawan - Dosen

11. Jasman Pandjaitan - Pensiunan Jaksa

12. Nawawi Pomolango - Hakim

13. Neneng Euis Fatimah - Dosen

14.. Nurul Ghufron - Dosen

15. Roby Arya - PNS Seskab

16. Sigit Danang Joyo - PNS Kemenkeu

17. Sri Handayani - Anggota Polri

18. Sugeng Purnomo - Jaksa

19. Sujarnako - Pegawai KPK

20. Supardi – Jaksa