BPIP Memberikan Pembekalan Kepada 33 Calon Duta Besar LBPP


Jakarta:- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA. Ph.D hadir di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia untuk memberikan pembekalan kepada 33 (tiga puluh tiga) Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) RI, Rabu, (8/9). Terlihat hadir mendampingi Kepala BPIP, Plt. Sekretaris Utama BPIP, Dr. Karjono, S.H. M.Hum dan Kepala Biro Fasilitasi Dewan Pengarah dan Ketenagaalhlian, Sunoto Setyo, S.E., M.Si.

Dalam pemaparannya, Prof. Yudian menegaskan bahwa gagasan dan praktik nilai-nilai luhur Pancasila memberi modal majemuk untuk diplomasi internasional. Pancasila mengajarkan karakter kepemimpinan, dan falsafah gotong-royong memberi inspirasi bagi diplomasi agar tak bertumpu pada sumber daya tetapi memanfaatkan kekuatan semesta non-state actors seperti warga negara, komunitas diaspora, masyarakat sipil dan lainya.

Prof. Yudian juga berharap, perwakilan RI di luar negeri berperan aktif untuk mempromosikan Pancasila, tak hanya di kalangan komunitas diaspora demi ketahanan nasional, tetapi juga dalam pergaulan internasional untuk memperkuat diplomasi kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia.

Untuk itu diplomasi kepemimpinan Indonesia di dunia internasional diharapkan bisa menjadi peluang terciptanya perluasan kerja sama ekonomi dengan negara lain yang memiliki kemiripan karakter sosial dengan Indonesia, penguatan ideologi Pancasila di dalam negeri dan menangkal ideologi transnasional melalui perwakilan RI, pembekalan bagi calon diplomat mengenai wawasan kebangsaan yang tangguh, dan kepemimpinan diplomasi internasional diharapkan bisa diakumulasi untuk keberhasilan diplomasi perlindungan WNI dan BHI.

Zuhairi Misrawi, Calon Duta Besar LBBP RI untuk Republik Tunisia mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPIP karena tentang memberikan pembekalan kepala Calon-calon Duta Besar. Ia berharap agar, Pancasila dapat menjadi inspirasi bagi Ideologi dunia.

Ia juga menyebut pentingnya Duta Besar bisa bekerja sama dengan BPIP dalam rangka membangun kepercayaan diri bangsa, sekaligus memberikan pendidikan mengenai pancasila bagi mahasiswa Indonesia yg berkuliah di luar negeri. Dengan begitu, tugas Duta Besar tidak hanya fokus pada perlindungan WNI, tetapi juga fokus pada pemberdayaan. (EJ)