Penguatan Akuntabilitas Kinerja BPIP melalui Hasil Evaluasi Sakip Unit Kerja


Bogor (01/07) - Salah satu rangkaian dalam siklus Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah dilakukannya evaluasi terhadap implementasi SAKIP. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana instansi pemerintah mengimplementasikan SAKIP-nya, serta untuk mendorong adanya peningkatan kinerja instansi pemerintah. Evaluasi diharapkan dapat mendorong instansi pemerintah di pusat dan daerah untuk secara konsisten meningkatkan implementasi SAKIP-nya dan mewujudkan capaian kinerja (hasil) instansinya sesuai yang diamanahkan dalam RPJMN/RPJMD. 

Program Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Utama, salah satunya adalah bagaimana memfasilitasi implementasi akuntabilitas kinerja BPIP dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini menjadi perhatian, karena nilai SAKIP adalah salah satu dari Indikator Kinerja Utama Settama BPIP. Tahun 2019, sebagai lembaga yang baru berdiri secara mandiri, BPIP berusaha sebaik mungkin memenuhi tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif, salah satunya adalah pemenuhan komponen-komponen dalam Siklus SAKIP. Selayaknya ‘ban berjalan’ BPIP telah melalui semua proses SAKIP dan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan. Upaya-upaya men-‘deliver’ implementasi SAKIP di unit Kedeputian terus dilakukan dengan langkah-langkah koordinatif dan praktek yang melibatkan perwakilan-perwakilan dari Unit Kedeputian. Perwakilan dari unit kedeputian adalah agen-agen SAKIP yang memastikan implementasi SAKIP berjalan dengan baik dan efektif di unit kerjanya. 

Hasil Evaluasi implementasi SAKIP Tahun 2019 yang diekspose oleh Biro Pengawasan Internal meliputi berbagai hal yang tercakup dalam Laporan Hasil Evaluasi. Ruang lingkup Implementasi SAKIP yang dievaluasi adalah: 
1) Penilaian terhadap perencanaan strategis, termasuk di dalamnya Renstra, Renja, perjanjian kinerja, dan sistem pengukuran kinerja;
2) Penilaian terhadap penyajian dan pengungkapan informasi kinerja;
3) Evaluasi terhadap program dan kegiatan; dan
4) Evaluasi terhadap kebijakan instansi/unit kerja yang bersangkutan.
Evaluasi dilaksanakan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan tersebut merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Tahapan evaluasi meliputi pendahuluan dan evaluasi atas implementasi SAKIP. Aktivitas pendahuluan dilaksanakan untuk memahami dan mendapatkan gambaran umum mengenai kegiatan/unit kerja yang akan dievaluasi. Sedangkan evaluasi implementasi terdiri atas evaluasi penerapan komponen manajemen kinerja yang meliputi: perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan capaian kinerja.

Evaluasi atas akuntabilitas kinerja harus menyimpulkan hasil penilaian atas fakta obyektif dalam mengimplementasikan perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan capaian kinerja sesuai dengan kriteria masingmasing komponen yang ada dalam Lembar Kerja Evaluasi (LKE). 

Setelah melaksanakan tahapan-tahapan dalam evaluasi atas implementasi SAKIP harus menghasilkan Kertas Kerja Evaluasi (KKE) dan Laporan Hasil Evaluasi (LHE). LHE ini disusun berdasarkan berbagai hasil pengumpulan data dan fakta serta analisis yang didokumentasikan dalam KKE. 

Laporan Hasil Evaluasi disusun berdasarkan prinsip kehati-hatian dan mengungkapkan hal-hal penting bagi perbaikan manajemen kinerja instansi pemerintah yang dievaluasi. Permasalahan atau temuan sementara hasil evaluasi (tentative finding) dan saran perbaikannya diungkapkan secara jelas dan dikomunikasikan kepada pihak unit kerja di lingkungan BPIP yang dievaluasi untuk mendapatkan konfirmasi ataupun tanggapan secukupnya. Ekspose terhadap hasil evaluasi implemnetasi SAKIP tahun 2019 Unit Kerja dilingkungan BPIP, baik itu tingkat lembaga, tingkat pusat, maupun tingkat unit kerja menunjukan hasil dengan predikat “B”. Masih terdapat 2 Aspek dari masing-masing komponen SAKIP yang masih dapat ditingkatkan yaitu pada Aspek Implementasi dan Aspek Kualitas.