Nilai-nilai Pancasila Dinilai Efektif dalam Pembangunan Indonesia Timur


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Webinar Dialog Kebangsaann dengan tema “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Pembangunan Nasional di Indonesia Timur Kamis, (22/7).

Dalam Keynote Speaker-nya Anggota Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun mengakui pembangunan Sumber Daya Manusia maupun Infrastruktur saat ini belum merata di Indonesia, sehingga mengakibatkan kesenjangan.

Maka dari itu dia berharap dengan dilaksanakannya webinar ini semua dapat melihat mata rantai persoalan dalam pembangunan di Indonesia timur dan mendapatkan solusi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Dirinya juga menilai ketimpangan dan kesenjangan pembangunan dari segi Sumber Daya Manusia, Infrastruktur, Kesehatan dan lain sebagainya bukan karena daya juang masyarakat, melainkan perilaku korupsi.

“Ini juga bukan hanya berbicara Indonesia timur tetapi peradaban, Keadilan sosial itu amanat dari semua agama, semua agama mengajarkan harus adil”, ucapnya.

Selain amanat agama keadilan sosial juga amanat dasar negara yaitu sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, amanat konstitusi dan juga kearifan lokal budaya Indonesia.

“Bahwa pembangunan bersifat membebaskan, pembangunan itu membebaskan dari keterbelakangan dari ketidakadilan, oleh karena itu ini momentum Indonesiaan kita bersama-sama mendorong membangun Indonesia timur”, ujarnya.

Ia juga menyebut dalam penutupnya mata hari terbit dari timur, jika mataharinya di tutup dari timur, maka bagian barat akan jadi gelap.

“Maka saya ingin mengatakan bahwa kita itu satu, kesatuan itu kita wujudkan dalam pembangunan yang merata dan berkeadilan sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa terutama pada nilai-nilai kemanusiaan”, tutupnya.

Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Ir. Prakoso, M.M menegaskan Pancasila yang digali oleh para pendiri bangsa sebagai filsafat pemikiran yang mendalam, sebagai pandangan hidup serta sebagai pemersatu bangsa harus diimplementasikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Nilai-nilai ini perlu digaungkan di berbagai penjuru Indonesia, baik di timur, di tengah maupun di bagian barat’, ucapnya.

Dirinya juga berharap dengan dilaksanakannya webinar ini dapat memberikan pengalaman bahkan rekomendasi dari setiap narasumber dan peserta untuk kepentingan pembangunan yang lebih proporsional terutama di Indonesia timur.

“Semoga webinar kali ini menjadi masukan kita dalam mengambil kebijakan, bagaimana Pancasila menjadi suatu dasar untuk pembangunan SDM maupun infrastruktur di indonesia khususnya bagian timur” harapnya.

Sementara itu sebagai salah satu narasumber Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid menilai langkah pemerintah dalam program pembangunan sudah benar, namun perlu ada komitmen bersama untuk mengawalnya.

“Apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah benar, tinggal komitmen kita seluruh warga negara indonesia mengawal terus pembangunan dari ufuk timur sampai ufuk barat”, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Pakar Politik Boni Hargens menekankan lahirnya Pancasila bukan hanya di ruang narasi dan diskusi dalam seminar-seminar melainkan dengan tindakan mulai dari eksekutifnya, legislatifnya, yudikatifnya dan semua elemen masyarakat.

“Semua harus berfikir dan bertindak, karena masa depan Indonesia adalah masa depan bersama”, tegasnya.

Sementara itu seniman dan komedian perwakilan Indonesia Timur Satriaddin Maharinga atau biasa disebut Arie Kriting mengatakan perlu ada perhatian khusus dan fokus dari pemerintah yaitu soal pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Tanpa pembangunan SDM dan mental yang kuat Indonesia timur selalu tidak akan ada apa-apanya, maka perlu ada perhatian khusus”, jelasnya.

Bahkan dia mendorong pemerintah untuk menentukan ulang arah pembangunan di Indonesia timur, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan tepat sasaran.

“Saya kira jika ada penentuan ulang arah pembangunan, nilai-nilai Pancasila bisa masuk ke arah sini”, tegasnya. (ER)