DPR Sebut RUU PKS Sepenuhnya Didasari Pancasila


Jakarta:- Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Taufik Basari merespons anggapan sebagian kalangan yang menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) bertentangan dengan Pancasila. Sebab, rancangan aturan yang diusulkan Fraksi NasDem itu dilandasi sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.
 
"Clear RUU PKS ini adalah RUU yang mendasarkan diri pada kemanusiaan. Pada sila kedua Pancasila," kata Taufik dalam Diskusi Denpasar 12 bertemakan Mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Dalam Prolegnas 2021, Rabu (21/7).
 
Pembahasan RUU PKS sempat mendapat pertentangan. Sebab, ada basis paham feminisme dalam naskah akademik yang dinilai berseberangan dengan Pancasila.
 
Namun, Ketua DPP Partai NasDem itu menyebut semangat pembahasan RUU PKS adalah menghadirkan hak penuh bagi seluruh masyarakat. Rakyat Indonesia harus mendapatkan perlindungan dari ancaman predator seksual.
 
"Ada upaya untuk memanusiakan manusia yang dia seharusnya tidak mendapatkan kekerasan seksual," ungkap Taufik.
 
RUU PKS juga menjamin pemenuhan hak para korban. Terutama, perlindungan terhadap proses hukum pengusutan kasus kekerasan seksual yang mereka alami
 
"Menjamin proses hukum berjalan adil, melindungi si korban," sebut Taufik.
 
Selain itu, dia mengkritik banyak pihak yang menentang RUU PKS. Pihak yang kontra tersebut selalu menghembuskan isu bahwa RUU PKS pesanan budaya barat dan tak sesuai dengan nilai Pancasila.
 
"Nah ini clear bahwa sebenarnya semangat Pancasila justru ada di dalam hal yang paling fundamental dari maksud RUU ini," ujar dia. (BM)

Sumber: https://www.medcom.id/