Pancasila sebagai Way of Life


Salam Pancasila...

Jakarta:- Kita ketahui didunia ini ada ideologi Liberalisme, yang condong kepada kapitalis dan meminggirkan kepentingan kelompok. Selain itu ada ideologi Sosialisme, yang menekankan keberadaan kelompok, maka Pancasila berada di posisi tengah, diantara kedua paham tersebut.
 
Ketika Sosialisme mengamanatkan semua harus sama rata, dan Liberalisme mengamanatkan  'saya yang berkuasa' atau 'saya yang punya uang', maka Pancasila akan mengajak duduk bersama-sama, berbicara mengenai kemajuan bersama.
 
Dalam hal ini GMKI tetap konsisten pada Prinsip bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) bangsa merupakan kristalisasi nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.
 
Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila selalu dijunjung tinggi oleh setiap warga masyarakat, karena pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat.
 
Pancasila di sini merupakan sarana atau alat yang sangat ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar tidak terjadinya penyebab terciptanya masyarakat majemuk dan multikultural.
 

Tetapi tentu dengan kondisi realitas bangsa saat ini ada degradasi atau ada distorsi nilai-nilai Pancasila yang cukup akut di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka GMKI yang juga sebagai Organisasi Kader yang berfokus pada Mahasiswa terus bergerak mengawal, mengimplementasikan serta menjaga nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aktivitas organisatoris maupun dalam kehidupan keseharian kader-kader GMKI.

GMKI juga menilai agar Negara tidak hanya menjadi penafsir tunggal Pancasila, dimana Pancasila kadang dijadikan sebagai sebuah celebration semata bukan mengakar dan mendarat di hati dan sanubari ibu pertiwi.

GMKI mengusulkan agar Pembumian Pancasila dilakukan sebagai berfokus pada Konsep Top-Down tetapi Bottom-up sehingga Nilai-nilai Pancasila itu tetap mengakar dan membumi dan sesuai dengan Pidato Bung Karno bahwa Pancasila lahir dan digali dari bumi Ibu Pertiwi.

Nilai-nilai yang ada di masyarakat sebagai bagian dari kearifan lokal suatu daerah seperti Gotong-gotong royong dan lain sebagainya itulah yang terus internalisasi sebagai representasi atau implementasi dari Nilai-nilai Pancasila Itu sendiri.


Salam Pancasila...

UT OMNES UNUM SINT
Oleh: Alfons Ratukani ( Sekfung Pendidikan Kader PP GMKI 2020-2022 )