Wabah COVID-19 Disebut Resiko dari Peradaban Manusia


Jakarta:- Kasus harian positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 di indonesia menjadi perhatian Sastrawan Kebangsaan Indonesia Putu Fajar Arcana dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo.

Menurut Putu Fajar Arcana peristiwa ini sesuatu yang berluarang karena sejak abad 13 dan abad 18 kasus wabah ini sudah terjadi dan sekarang pada abad 21 ini kembali terjadi.

“Persis, kalau menurut saya, kalau belajar dari sejarah ini kan sama wabah virus setiap tahunnya ada”, ucapnya saat dialog khusus bersama Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo di Rumah Kebudayaan Nusantara, Jum’at (16/07).

Ia bahkan menyebut penyebabnya adalah dari sisi kultural manusia yang menjadi resiko dengan semakin majunya teknologi yang mengancam peradaban.   

“Saya kalau melihat suatu kultur ini adalah resiko dari suatu peradaban, semakin majunya teknologi, semakin rusaknya alam”, ujarnya.

Dirinya juga melihat dari kaca mata kebudayaan kesimbangan manusia dengan alam mulai terganggu, bahkan kebijaksanaan pemerintah pusat maupun daerah untuk menjaga alam tidak harmonis.

“Ia kalau saya melihat dari kacamata kebudayaan, keseimbangan manusia dengan alam mulai terganggu”, tegasnya.

Dalam menyiasati hal tersebut ia berharap ada relasi antar individu manusia dan manusia dengan alam juga dengan tuhan.

Dalam kesempatan yang sama Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo sependapat dengan yang dipaparkan Putu Fajar Arcana.

Ia berharap masyarakat tetap waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan serta bersabar menghadapi pandemi ini dengan percaya kepada teknologi dan sains berdasarkan ketuhanan, jangan percaya kepada kekuatan gaib. (ER)