BPIP Sambut Baik Usulan Menpan-RB Tentang ASN Diwajibkan Baca Pancasila


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Menyambut baik usulan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diwajibkan membaca naskah Pancasila dalam satu minggu dua kali.

“Kita (BPIP) harus mendukung dan mensosialisasikan program kementerian tersebut” ucap Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo Kamis, (18/6) saat diwawancara.

Ia menjelaskan Pancasila harus menjadi habitus bangsa, terutama ASN sebagai abdi negara yang harus menjadi contoh bagi masyarakat luas.

“ASN ini kan pegawai Negara jadi perlu menjadi contoh bagi masyarakat luas, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila”, jelasnya.

Alumni Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang itu juga berharap dengan cinta tanah air ASN menjadi abdi negara yang memiliki Ideologi Pancasila bukan ideologi lain.

“Dengan cinta tanah air diharapkan para pegawai negara itu hanya berideologi Pancasila dan menjadi acuan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada lagi ideologi-ideologi lainnya”, tegasnya.

Dalam keterangan persnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengusulkan pembacaan naskah Pancasila dilakukan setiap hari Rabu dan Jum’at oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para ASN. Selain Pancasila, Tjahjo juga usul agar lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dinyanyikan setiap hari.

"Sebagai upaya meningkatkan wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kepatuhan ASN terhadap negara dan terhadap pemerintahan yang sah, loyal terhadap pimpinan, patuh dan hormat kepada lambang negara dan ideologi negara, kami menerima masukan, berbagai cara agar ASN bisa lebih punya kedalaman berkaitan dengan wawasan kebangsaan", ujarnya Rabu (16/6).

Selain itu, Tjahjo mengusulkan setiap hari Senin dilakukan upacara bendera dengan serangkaian kegiatannya. Kegiatan itu meliputi, hormat kepada bendera merah-putih, menyanyikan lagu "Indonesia Raya", membaca teks Pancasila, pembacaan Prasetya Korpri dan pengarahan dari pembina upacara.

Kemudian pada Juli, Tjahjo akan mengusulkan rangkaian kegiatan itu dilakukan oleh kementerian, lembaga dan pemda. "Nanti pada Juli akan coba kita imbau kepada kementerian, lembaga sampai pemda untuk melakukan hal yang sama," katanya. (ER)