Direktorat SMM Aparatur Negara Gelar Sosialisasi Internal Standard Materi PIP bagi ASN


Jakarta (17/06) - Direktorat Standardisasi Materi dan Metode (Dit. SMM) Aparatur Negara BPIP menggelar sosialisasi internal Standard Materi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Rabu (17/6/2020). Sosialisasi dilakukan secara daring, menggunakan aplikasi zoom meeting.
Kegiatan sosialisasi daring itu diikuti hampir 80 peserta, yang terdiri dari Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Staf di lingkungan BPIP.
Wakil Kepala BPIP Hariyono, juga turut menghadiri dan bertindak sebagai keynote speaker.
Dalam keynote speech-nya, Hariyono megatakan kegiatan sosialisasi secara daring harus dilakukan semaksimal mungkin. Sehingga dalam kondisi pandemi COVID-19, BPIP harus tetap bekerja.
Menurut Guru Besar Universitas Negeri Malang itu, “Materi ini (standard materi PIP bagi ASN) harus mendapatkan perhatian dari kita semua untuk mendapatkan sinkronisasi dan koordinasi. Materi PIP ini memang sangat urgent  untuk disosialisasikan”.
Lebih lanjut, dia menyarankan agar Dit. SMM Aparatur Negara yang berada di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri) bisa berkomunikasi dengan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan/Deputi I BPIP.
“perlu koordinasi dengan Deputi I bagaimana proses PIP bagi ASN di kementerian/lembaga lain menjadi sangat stratetegis, ASN harus segera mendapatkan wawasan Pancasila, terutama CPNS, karena rata-rata mereka tidak mendapatkan pelajaran Pancasila yang cukup”, ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Jianri, Adji Samekto menjelaskan dalam proses penyusunan Standar Materi PIP bagi ASN yang telah dilakukan sejak 2019 lalu, kementerian dan lembaga lain juga ikut dilibatkan.
“materi ini disusun setelah GBHIP (Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila) selesai, dan melibatkan kementerian dan lembaga seperti: LAN, KASN, Kemenpan RB, Lemhannas, Wantannas, Kemendagri, Kemenlu, dan Kemenkumham”, terang Adji.
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Diponogoro itu juga menginformasikan, bahwa Standard Materi PIP bagi ASN telah ditandatangani oleh Kepala BPIP, proses selanjutnya akan dipikirkan produk hukum yang melandasi standard materi itu.
Direktur SMM Aparatur Negara, M. Akbar Hadiprabowo menjelaskan detail isi dari Standard Materi PIP bagi ASN yang berbentuk buku berisi VII Bab. Bab I sampai VI berisi materi-materi yang tersurat di GBHIP. Sementara Bab VII berisi mengenai habituasi Pancasila bagi ASN.
Akbar menegaskan, “pembinaan ideologi Pancasila tidak semata-mata mengatur tingkah laku, lebih dari itu (ada muatan) berisi sasaran-sasaran pembangunan nasional yang merupakan perwujudan Pancasila”.
Menurut Akbar, Bab VII yang membahas habituasi menjadi salah satu bagian penting. “habituasi ini penting, karena membiasakan orang khususnya ASN dalam menjalani kehidupannya sehari-hari bisa menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila yang membentuk karakter dan dalam melakukan tindakan nyata”, ungkapnya.
Mengamini penjelasan Akbar, Direktur Jianri, M. Sabri mengatakan ASN harus berpegang teguh pada Pancasila dalam hatinya. Lebih lanjut, Sabri mengatakan, “Pancasila kebahagiaan bersama , bukan individualisme ini harus menjadi jantung dari PNS (ASN)”.
“Pancasila tidak hanya indokrinasi, tetapi tuntutan moral dalam mengelola negeri ini. Pemimpin negeri ini ke depan harus memiliki wawasan seluas Indonesia, dan kerohanian yang luas”, ujarnya.
Pembahasan sosialisasi Standard Materi PIP bagi ASN ditutup dengan penjelasan secara garis besar terkait standardisasi keahlian khusus ASN, juga sertifikasi dalam klasifikasi jabatan ASN oleh Sekretaris Utama BPIP, Karjono. (Ams)