Etika Berkomunikasi dalam Menggunakan Sosial Media Sesuai dengan Pancasila


Jakarta- Kita hidup pada zaman dimana media sosial dan teknologi  menjadi kebutuhan setiap manusia di dunia. Dengan media sosial kita dapat terhubung dengan saudara kita yang jauh dengan mudah, kita juga dapat menemukan teman atau orang baru yang belum kita kenal sebelumnya, dan terhubung dengan dunia luar melalui media sosial.
 
Media sosial merupakan alat informasi dan aplikasi jejaring pertemanan yang potensial di Indonesia, bahkan hampir semua masyarakat Indonesia mengakses media sosial dalam mencari informasi.
 
Karena luasnya jangkauan media sosial ini, kita terkadang lupa akan adab dalam berkomunikasi dengan baik. Hal yang sering terjadi dalam bermedia sosial seperti menghina suku, budaya, agama lain. Untuk itu kita perlu memperhatikan etika berkomunikasi dalam berinteraksi ketika menggunakan sosial media.
 
Etika berkomunikasi dalam menggunakan sosial menggunakan sosial media sangat penting dan harus diterapkan, agar tidak terjadinya perpecahan persatuan dan kesatuan di negara Indonesia dan juga tidak berdampak buruk bagi kehidupan kita dan orang lain sesama pengguna sosial media, baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
Etika berkomunikasi dengan baik dapat kita kaitkan dengan pancasila yaitu sebagai berikut:
 
1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Di Indonesia terdapat 6 agama yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu. Dalam berkomunikasi di media sosial, kita tidak berhak menghina agama lain yang buka agama kita.
 
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Berlaku adil kepada sesama, saling menghormati segala bentuk perbedaan dengan adab dan etika yang baik
 
3. Persatuan Indonesia. Indonesia memiliki semboyan "Bhineka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda namun tetap satu jua. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang beraneka ragam. Dengan hal tersebut kita harus saling menghormati budaya lain, membanggakan satu sama lain, dan mengagungkan budaya sendiri tanpa harus menjatuhkan budaya yang lain.
 
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan. Setiap warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Maka dalam menggunakan sosial media, ketika pendapat kita berbeda dengan pendapat orang lain kita harus menghargainya, seperti contoh pada pemilu harus menciptakan suasana "LUBERJUDIL" yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil.
 
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam bersosial media kita harus menghormati hak orang lain, mengembang kan sikap adil terhadap sesama, dan menghargai hasil karya orang lain. (ETI/ER)
 
Oleh: Eva Trisya Indriani