Kader PDIP Diminta Menjadikan Pancasila Sebagai Identitas


Jakarta:- PDI Perjuangan (PDIP) berupaya melakukan pembenahan kaderisasi guna regenerasi dan pembaruan sesuai dengan sejarah, spirit, dan jati diri partai. Salah satunya, melalui training of trainer (TOT) Guru Kader Tingkat Nasional Tahun 2021 secara daring. 
 
"Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat strategis untuk menyegarkan kembali materi-materi kaderisasi, termasuk Pancasila, pada setiap kaderisasi tingkat pratama dan madya di daerah-daerah seluruh Indonesia," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin, 26 April 2021.
 
Hasto mengatakan ideologi partai dan pendidikan kader, merupakan satu tarikan napas dalam penguatan sebagai partai ideologis. Menurut dia, kaderisasi bagi PDIP penting, sehingga di berbagai daerah terus digiatkan pembangunan kantor partai yang di dalamnya memberi ruang untuk kebudayaan.
 
"DPP akan terus membangun kantor sehingga partai benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi tempat untuk menggembleng kader partai," ujarnya.
 
Hasto menyinggung sejarah partai dari era PNI sampai menjadi PDIP. Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana setelah sekian tahun Badiklat baru berfungsi melakukan kaderisasi guru kader selama 10 hari pada 2002.
 
"Bung Karno mengatakan bahwa kader partai harus berusaha menjadi otot partai, biji mata partai, dan otak partai. Semoga kami bisa mewujudkan ajaran Bung Karno di tengah situasi pandemi ini. Pendidikan guru kader ini diharapkan akan melahirkan kader-kader baru di daerah masing-masing," ungkap Hasto.
 
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saeful Hidajat menambahkan kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat karakter, budi pekerti, integritas, loyalitas, dan dedikasi para guru kader. Kegiatan mengikuti standar protokol kesehatan covid-19.
 
"Diselenggarakan secara daring dan tatap muka dengan peserta yang direkomendasi oleh DPD PDI Perjuangan," kata Djarot.
 
Djarot menyebutkan peserta daring sebanyak 155 orang, sedangkan peserta tatap muka (offline) sebanyak 35 orang. Dengan demikian, total peserta TOT Guru Kader Tingkat Nasional Tahun 2021 sebanyak 190 orang.
 
Pada masa pandemi ini, kata Djarot, partai dan para guru kader dituntut mampu berinovasi dan berkreasi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan.
 
Kegiatan diawali dengan pengantar dan pembacaan tata tertib oleh Kepala Sekolah TOT Guru Kader PDI Perjuangan Tingkat Nasional 2021 I Wayan Sudirta. Dalam pengantarnya, Wayan juga mengutip pernyataan Bung Karno yang disampaikan pada 26 Mei 1958 dalam kursus Pancasila di depan kader-kader Pancasila di Istana Negara.  
 
Bung Karno, kata Wayan, menyatakan waktu menggali Pancasila sampai saf yang paling dalam, yaitu saf pra Hindu, agar Pancasila dapat menjadi titik temu yang menyatukan. Selain itu, menjadi alat pemersatu 'meja statis'.
 
"Juga mampu menjadi 'leidstar dinamis' yang dapat memberikan orientasi dan cita-cita bangsa ke depan. Untuk itu sebagai kader partai, Pancasila harus dijadikan identitas, pandangan hidup, dan jati diri yang bersifat dinamis," papar Wayan.
 
Pembekalan kader ini juga diisi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR uan Maharani, dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Kepala Badiklat Pusat PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto, juga ikut memberikan pengarahan. (AND/ER)