Pancasila di PP SNP Masih Jadi Pertanyaan, P2G: PPKn Diganti?


Jakarta:- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sudah menyatakan bahwa Pancasila akan tetap ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP SNP). Instrumen ini akan tetap ada dan wajib dalam kurikulum di setiap jenjang pendidikan.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, kewajiban untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah ini menjadi sebuah pertanyaan. Sebab, Pancasila sudah masuk dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

“Jadi apakah Kemendikbud ingin menambah mata pelajaran baru, yaitu pendidikan Pancasila yang dilepaskan dari PPKn. Karena ini sudah muncul pada pasal 40 ayat dua poin B ini baru muncul dalam revisi PP 57/2021,” ucapnya dalam siaran YouTube Vox Point Indonesia, Senin (25/4).

Hal itu masih belum jelas, kata dia mungkin juga PPKn ini yang dihilangkan dan menggantinya dengan mata pelajaran Pancasila. Ia pun menduga ini sejalan dengan keinginan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“BPIP ingin mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di pendidikan dasar dan menengah. Jadi justru yang kami pertanyakan apakah Kemendikbud akan menghidupkan lagi PMP?,” ujarnya.

Menurutnya, menghidupkan PMP akan menjadi bersifat indoktrinatif (memaksakan gagasan) dan menjemukan. Pasaknya, PMP sendiri ini sangat dekat dengan pembelajaran zaman orde baru.

“Yang sangat tidak kita harapkan kalau PMP-nya model zaman Orba, lagi pula sudah enggak ada PMP di LPTK, semua PPKn. Ini yang harus di clear-kan,” tegasnya. (SZ/ER)