Budaya Gotong Royong Mampu Tekan Kasus COVID-19


Jakarta:- Komite Penanganan COVID-19 memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Jawa dan Bali, dari 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

Meskipun demikian budaya gotong royong perlu terus ditingkatkan karena mampu menekan angka kasus COVID-19 selama 2 pekan ini.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Airlangga Hartarto pada konferensi pers melalui daring Sabtu, (20/2).

Menteri Koordinator Perekonomian itu menyebutkan secara nasional, jumlah kasus aktif mengalami penurunan 17,2 % dalam 2 pekan. Bed Occupancy Ratio (BOR) menunjukan angka kurang dari 70 % di berbagai daerah, angka kematian semakin menurun dan angka kesembuhan terus meningkat.

"Tentu indikator ini membuat kita bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah bergotong royong mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

"Tren kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan berada di kisaran 87,64 % hingga 88,73 %", sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan upaya penanganan COVID-19 ini tidak cukup dilakukan pemerintah pusat daerah hingga desa dan RT RW namun seluruh stakeholders masyarakat Indonesia.

Menurutnya selain upaya PPKM dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk ikut vaksinasi.

"Saya tegaskan vaksinasi bukan untuk bisnis, tetapi ini upaya kita untuk penanganan COVID-19," tegasnya.

"Kita mengajak untuk seluruh masyarakat melakukan vaksin yang diberikan secara gratis", harapnya. (ER)