Deputi Pengkajian dan Materi: Kesetiakawanan Muncul Kalau Ada Rasa Kebangsaan


Work From Home (WFH) di tengah Pandemi COVID 19 (virus corona) tidak menjadi penghalang bagi pegawai di lingkungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk bekerja seperti biasa, dan melakukan diskusi kajian rutin. Seperti diskusi kajian rutin yang digelar oleh Direktorat Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan (Dit. SKJ). Dalam diskusi kali ini Dit. SKJ mengambil konsep sinau

Work From Home (WFH) di tengah Pandemi COVID 19 (virus corona) tidak menjadi penghalang bagi pegawai di lingkungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk bekerja seperti biasa, dan melakukan diskusi kajian rutin. Seperti diskusi kajian rutin yang digelar oleh Direktorat Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan (Dit. SKJ). Dalam diskusi kali ini Dit. SKJ mengambil konsep sinau

Work From Home (WFH) di tengah Pandemi COVID 19 (virus corona) tidak menjadi penghalang bagi pegawai di lingkungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk bekerja seperti biasa, dan melakukan diskusi kajian rutin.

Seperti diskusi kajian rutin yang digelar oleh Direktorat Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan (Dit. SKJ). Dalam diskusi kali ini Dit. SKJ mengambil konsep sinau bareng, dengan tema “E-Ngopi Pagi Tentang Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila (GBHIP)”.

Direktur SKJ Aris Heru Utomo yang juga bertindak sebagai moderator mengantar diskusi dengan menjelaskan maksud dan tujuan diskusi, yaitu mengetahui implementasi GBHIP di tengah pandemi COVID 19.

“Bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai yang tercantum di GBHIP di tengah covid 19 yang akan dijabarkan oleh Prof. Adji”, ujar Aris dalam live meeting, Rabu (15/04/2020).

Tanpa berpanjang lebar, diskusi langsung dihantarkan ke Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Deputi Jianri) FX Adji Samekto yang bertindak sebagai narasumber sinau bareng “E-Ngopi Pagi Tentang GBHIP”.

Adji menjelaskan tugas dan fungsi BPIP berdasarkan Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2018. Di mana salah satu tugas BPIP yang dikomandoi langsung oleh Deputi Jianri adalah merumuskan GBHIP. Juga tugas lain yang diembannya adalah merumuskan arah kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila.

“GBHIP dibuat berdasarkan tugas (BPIP yang tercantum dalam) Perppres 7/2018, dari tugas itu ada 4 yang saya sarikan dalam tayangan saya(share screan persentasi melalui aplikasi live meeting),” jelas Adji.

GBHIP juga bukan produk sepihak yang dikeluarkan Deputi Jianri, melainkan sudah dibahas bersama Ibu Ketua Dewan Pengarah dan sejumlah pejabat di lingkungan BPIP sejak Januari 2019.

Menurut Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Diponogoro (UNDIP) itu, GBHIP telah ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengarah dan seluruh Anggotanya. GBHIP juga sudah disebarluaskan melalui halaman web resmi bpip.go.id.

“GBHIP menjadi landasan dalam menjalankan Pancasila, dalam konteks Indonesia. Ini bukan menjadi monopoli dari BPIP, tetapi harus diobjektifikasi sehingga bisa digunakan seluruh elemen bangsa Indonesia”, ungkapnya.

Di tengah Pandemi COVID 19 menurut Adji, “konteks COVID 19, kesetiakawanan menjadi salah satu nilai yang bisa dimunculkan. Kesetiakawanan ini artinya membantu tanpa melihat latar belakang, kamu suku apa kamu agama apa yang penting saling membantu (yang memiliki kecukupan membantu yang kekurangan dan kesulitan).

“Kestiakawanan muncul kalau ada rasa kebangsaan”.

Menurutnya jika sekelompok orang merasa sebagai satu bangsa, tidak ada lagi yang merasa dirugikan atau ambil untung dalam kondisi pandemi COVID 19. Ketika mereka mau membatu, akan dilakukan dengan ikhlas.

Setelah paparan dari Deputi Jianri, Dit. SKJ selaku moderator membuka termin untuk berdiskusi dan tanya jawab. Salah satu Kepala Subdirektorat Janri Sitangang memberikan pandangan terkait pola yang bisa digunakan dalam menghadapi pandemi COVID 19.

Menurut Janri, “(secara teknis) bisa digunakan semacam paguyuban antara dua tiga rumah yang berdekatan dalam saling membantu atau bergotong royong di tengah pandemi COVID 19 ini. Bisa dimanfaatkan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) secara maksimal untuk menghadapi pandemi covid 19”.

Selain itu Deputi Jianri juga menjelaskan pandangan dan pertanyaan yang diajukan oleh jajaran pegawai BPIP. Salah satunya mengenai perbedaan filsafat dan falsafah. Sinau bareng tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan diikuti oleh sekitar 50-an pegawai di lingkungan BPIP.