BPIP Apresiasi Buku: Masyarakat Pancasila Karya Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi Buku penerbitan “Masyarakat Pancasila” karya Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo.

Buku yang diserahkan di Titik Nol Indonesia, Pulau Weh (Sabang) oleh Editor AM Putut Prabantoro diterima Pangdam Iskandar Muda(IM) Mayjen TNI Achmad Marzuki dan disaksikan Danrem 012/Teuku Umar, Kol Inf Djon Affandi dan Dosen UMB, Dr. Caturida Meiwanto Doktoralina pada Selasa, (19/1/2021).

Menurut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo penulis buku tersebut memiliki gagasan yang cukup baik untuk mencintai Bangsa. Bahkan ia berharap gagasan tersebut diikuti oleh lapisan masyarakat untuk membumikan nilai-nilai Pancasila.

“Lewat buku ini telah memberi gagasan kepada masyarakat untuk mencintai bangsa”, ucapnya saat diwawancarai, Rabu (20/1/2021).

Lewat buku tersebut, Alumni Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan teologi (STFT) Widya Sana Malang itu juga mengajak kepada masyarakat untuk memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa yang harus diaplikasikan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

“Lewat buku ini kita harus memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa harus diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”, ujarnya.

Ia juga menilai dalam tulisan Buku tersebut sangat menanamkan jati diri Bangsa dalam membangun kesadaran hidup berkonstitusi dan Bernegara.

“Saya rasa buku ini sangat menanamkan jati diri bangsa dalam membangun kesadaran hidup berkonstitusi juga bernegara”, tutupnya.

Buku 53 halaman itu merupakan hasil perenungan dan pemikiran Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo yang meninggal pada Sabtu. (16/1/2021).

Tulisannya tersebut diselesaikan oleh almarhum pada bulan Oktober 2018 dan disempurnakan pada 1 Januari 2019.

Dikutip dalam tribunnews.com menurut Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki penyerahan buku “Masyarakat Pancasila” itu merupakan momentum bersejarah. Karena menjelaskan tentang jati diri bangsa Indonesia yang menempati sebuah Negara dimulai dari Titik Nol, Sabang dan berakhir di Merauke.

Ia juga memerintahkan jajarannya untuk memasyarakatkan buku tersebut dalam berbagai bentuk kegiatan dalam upaya membumikan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila sebagai falsafah bangsa jadi harus berakar dalam budaya serta menjadi roh kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke”, tegasnya. (ER)