BPIP Dan ANRI Kerjasama Bumikan Pancasila Dengan Arsip


Jakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila  (BPIP) menandatangani nota kesepahaman dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Nota kesepahaman tersebut dilakukan guna membumikan Pancasila di Negeri tercinta. 

Acara digelar secara virtual ini dilakukan di Gedung C, ANRI, Jakarta Selatan, Selasa (22/12), yang dihadiri oleh Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala ANRI M Taufik, Duta Arsip Rieke Diah Pitaloka, serta jajaran kedeputian  BPIP dan ANRI. 

Dalam sambutannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, menekankan Indonesia sudah merdeka dan memiliki segala kekayaan terbaik di dunia. Namun saat ini sedang diuji oleh pandemi COVID-19. 

"Dari terjajah, jadi memiliki segalanya. Tapi kita sedang diuji Tuhan menghadapi makhluk gaib, pandemi. Juga kesatuan dan persatuan yang mulai terkikis," kata Yudian. 

Segala kesulitan adalah bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Untuk itu, Yudian mengingatkan pentingnya sejarah bagi generasi mendatang. 

"Jas merah, jangan melupakan sejarah. Saya berani mengatakan, proklamasi Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Semua sejarah ada di dokumen, arsip nasional. Momen ini penting untuk pelestarian sejarah," tuturnya. 

Sementara itu, Duta Arsip Rieke Diah Pitaloka mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman BPIP-ANRI. Lantaran bertepatan dengan Hari Ibu yang lahir dari Kongres Perempuan Indonesia. 

"Bukan hanya fathers, tanpa founding mothers tidak akan ada arsip sejarah Indonesia," cetusnya. 

Rieke menjelaskan, arsip sesungguhnya sumber pengetahuan. Banyak arsip di ANRI yang disimpan dan dikelola untuk menggambarkan nilai-nilai Pancasila. 

“Termasuk data-data pembangunan yang menggambarkan jiwa pancasila, patriotisme. Ini bisa kita pelajari melalui arsip,” terang Rieke. 

Sementara itu, Plt Kepala ANRI M Taufik mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final. Tinggal bagaimana membumikannya agar dapat diaktualisasikan sehari-hari. 

"Arsip adalah information dan knowledge. Tidak hanya BPIP dan ANRI, kita akan menggandeng sektor kreatif. Mengedukasi masyarakat dengan berbagai program," kata Taufik. 

Pihaknya berusaha memakai metode dan saluran yang kekinian. Salah satunya melalui penyajian informasi yang bersumber dari arsip autentik. 

“Arsip perumusan Pancasila telah tersimpan lengkap dan aman di ANRI. Seluruh informasi dari arsip itu hasil pendokumentasian sejarah perjalanan bangsa," tandasnya. (BM)