Dewan Pengarah BPIP Beri Arahan dan Pembekalan Untuk PPI


Jakarta:- Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DR. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Dalam arahannya, Megawati mengatakan perjuangan dahulu untuk membentangkan bendera kenegaraan sangat susah. Mantan Presiden ke-5 bercerita, bendera sang saka merah putih dibawa dengan secara terpisah antara merah dan putih. 

"Ibu saya dulu yang menjahit bendera merah dan putih yang dibawa secara terpisah untuk dibawa ke Jogja. Dan dijahit sendiri oleh Ibu saya," jelasnya saat memberikan pengarahan dan pembekalan kepada PPI melalui Zoom (21/12). 

Mega mengatakan, Paskibra Indonesia harus memberikan terobosan baru dan harus membawa nama baik bangsa. Menurutnya, pemuda bangsa indonesia melalui PPI haruslah berjuang dengan semangat dan memberikan contoh yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Yang membawa perubahan bangsa ini kedepan bukan saya, karena saya sudah purna paskibra. Sekarang saatnya kalian pemuda pemudi lah yang akan membawa perubahan secara langsung untuk negara," jelasnya. 
Mantan Purna Paskibraka tahun 1964 itu mengaku bahwa Paskibraka Indonesia saat ini bukan dipilih melalui kecerdasan otak, disiplin, dan ketangkasan dalam baris berbaris. Tetapi, dia mengatakan bahwa paskibraka dipilih karena sudah tertanam jiwa nasionalis Pancasila dalam diri putra putri bangsa.

"Kalian itu dipilih karena sudah ada tertanam jiwa Pancasila, Bhineka Tunggal Ika sudah tertanam dalam diri kalian semua. Jadi kalian harus bangga sudah menjadi paskibra," paparnya. 

Mega berpesan bahwa negara kita bukan tidak mungkin untuk bisa dijajah oleh negara lain, dia memperingatkan bahwa apabila generasi muda sudah tidak lagi mencintai negaranya dan tanah airnya sendiri akan dengan sangat mudah dijajah oleh negara lain seperti dahulu bisa terulang kembali.

"Bukan tidak mungkin negara kita akan dijajah lagi negara lain kalau generasi muda dan milenial tidak mencintai negaranya dan menghormati pahlawan yang dahulu berjuang untuk negara ini," jelasnya. (BM)