BPIP Gandeng Pemkot Singkawang Bumikan Pancasila


Singkawang:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) gandeng Kota Singkawang, Kalimantan Barat untuk membumikan Pancasila. Dimana dari berbagai kasus yang pernah terjadi terkait kasus perdagangan manusia. BPIP melalui Deputi Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi hadir untuk mengajak masyarakat Kota Singkawang untuk lebih memahami kembali nilai nilai Pancasila. 
 
Pelaksana tugas Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP Dr. Ani Purwanti, S.H., M.H. mengatakan, BPIP hadir sesuai dengan perintah Presiden untuk membumikan Pancasila. Pemahaman nilai nilai Pancasila harus dipahami terlebih dahulu, karena menurutnya, Kota Singkawang merupakan Kota yang sudah cukup terkenal serta wilayah yang cukup strategis. 
 
"Saya kira kita semua sepakat, persoalan yang melanda Indonesia saat ini adalah kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila dikalangan masyarakat." Ucapnya saat melakukan kunjungan ke kantor Dinas Sosial Kota Singkawang (2/12). 
 
Ani mengatakan, terdapat dua masalah yang menjadi permasalahan yang sering terjadi di Indonesia, terkait pemahaman nilai-nilai Pancasila serta kelompok eksklusivisme. Dimana kelompok eksklusivisme tersebut sering berbenturan dengan aturan dan norma-norma nilai Pancasila yang harus ditanamkan dalam diri dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Dalam tataran Negara Kesatuan Republik Indonesia juga kurang tepat melakukan seperti itu, tapi itu yang kerap kali terjadi dan Itu tantangan kita bersama bagaimana juga memperlakukan dan menegakkan hukum di Indonesia,"jelasnya. 
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang DRS Sumastro MSI mengatakan sangat mendukung dengan apa yang diterapkan oleh BPIP terhadap Kota Singkawang. Menurutnya, Kota  Singkawang merupakan kota yang strategis serta sangat berbatasan dengan negara-negara tetangga. 
 
"Menurut kami sangat penting, karena Kota Singkawang ini kota yang sangat entertain dengan kawasan perbatasan dan tempat transit maupun orang dan barang. Tidak menutup kemungkinan terdapat permasalahan baik perempuan anak-anak dan tenaga kerja migran,"jawabnya. 
 
Sumastro menjelaskan, Kota Singkawang merupakan kota di Indonesia yang tertoleran. Dimana kota Singkawang merupakan Kota yang menerapkan nilai-nilai Pancasila serta selalu dirangkul oleh pemerintah kota.
 
"Disini ada 17 suku yang kita rangkul, dan ini bukan melebih-lebihkan serta kami dari pemerintah Kota Singkawang selalu memelihara dengan baik kerukunan antar umat beragama serta menanamkan nilai Pancasila meski kita di ujung perbatasan."jelasnya.(BM)