BPIP Perkuat Jejaring Pancamandala Bersama Elemen Masyarakat


Sumatera Selatan:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memperkuat jejaring Pancamandala di sejumlah Daerah di Indonesia. Upaya-upaya ini sebagai bentuk gotong royong membumikan nilai-nilai Pancasila.

Direktur Hubungan antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar mengatakan konsep pjejaring tersebut sama halnya dengan teori pentahelix yang mengedepankan kekuatan oleh lima unsur yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media.

“Dalam konteks gotong royong untuk membumikan Pancasila ini adalah dalam perspektif unsur pentahelix”, ucapnya saat sambutan dalam Dialog Jejaring Pancamandala dengan tema membangun sinergi membumikan Pancasila di Provinsi Sumatera Utara Selasa, (1/11).

Ia menjelaskan kelima unsur tersebut memiliki kekuatan sesuai dengan peran masing-masing untuk membumikan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Unsur pemerintah memiliki kekuatan politik untuk merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan sedangkan masyarakat atau komunitas sebagai kekuatan sosial, Akademisi memiliki kekuatan pengetahuan ilmu yang berguna dan bermanfaat, Pengusaha harus memiliki kesadaran serta pemahaman dalam Pancasila dan terakhir media sebagai kontrol sosial serta publikasi”, terangnya.

Sementara itu Pelaksana Tugas Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Prof. Dr. Adji Samekto, SH., M.Hum mengatakan BPIP merupakan lembaga baru dan tidak bisa bekerja sendiri tanpa elemen lain.

“Kegiatan pembentukan Pancamandala ini pada hakikatnya pembumian Pancasila adalah pemersatu kita bersama”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Pelaksana tugas Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan Dr. Rosidin, M. Pdi mengapresiasi dengan gagasan ini sehingga diharapkan nilai-nilai Pancasila di Daerahnya tetap dipegang teguh.

“Setelah ini bukan berarti selesai, tetapi ini awal untuk bergerak ke depan untuk merealisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara gotong royong”, ujarnya.

Ia juga menilai masyarakat di Daerahnya sudah Pancasilais, tetapi tinggal memperkuatnya terutama Pancasila dalam tindakan. (ER)