Dewan Pengarah BPIP: Jika ada Kelompok yang Mengganggu Pancasila itu Melanggar Hukum


Jakarta:- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj., M.A menegaskan Pancasila sudah final. Selain Pancasila, NKRI, Kebhinekaan dan Undang-undang Dasar tidak boleh diperdebatkan lagi.
 
Menurut Ketua Umum Nahdlatul Ulama itu jika ada seseorang atau kelompok yang mengganggu 4 pilar kebangsaan maka melanggar hukum bahkan dirinya menyarankan untuk diusir dari Indonesia.
 
“Kadang Al-qur’an lebih keras loh, jika yang membuat gaduh di negerinya maka usirlah, seperti Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad di Madinah”, ujarnya saat menjadi narasumber pada sesi II Seminar Nasional memperingati Hari Pahlawan di Jakarta (26/11/2020).
 
Ia juga menjelaskan di dalam Al-qur’an tidak ada terminology umat islam, apalagi umat arabiah bahkan Negara Islam, yang ada hanyalah umat yang moderat tidak mengenal paham kiri atau kanan.
 
“Dalam Al-qur’an tidak ada tuh terminology islam, apalagi negara islam yang ada hanyalah umat wasathan, umat yang moderat, yang berperan sepanjang masa”, jelasnya.
 
Dalam ibadah juga tidak hanya sekedar teologi dan ritual ibadah tetapi yang harus disempurnakan adalah akhlak dan moral untuk membangun kebersamaan yang baik dan berkemanusiaan.
 
“Silahkan mau menjadi apapun status kita jadi konglomerat, pejabat, tetapi harus menjaga mu’amalah membangun kebersamaan, bukan membuat kekisruhan,” ujarnya.
 
Ia berharap Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sebagai dasar rujukan untuk terus mensosialisasikan dan memberikan penghayatan kepada masyarakat dan terus melakukan kajian-kajian untuk diimplementasikan. (ER)