Sultan Hamengkubuwono X Saksikan, Peresmian Panca Mandala di Yogyakarta


Yogyakarta:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi mendeklarasikan Panca Mandala Yogyakarta, di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, 18/11 Deklarasi Panca Mandala Yogyakarta yang diberi nama 'Golong Gilig' itu disaksikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Adapun dalam deklarasi ini, sejumlah perwakilan dari lima elemen Panca Mandala Yogyakarta membacakan sumpah dan janji setia pelaksanaan pembinaan dan sosialisasi Pancasila di daerah Yogyakarta. Sumpah deklarasi dibacakan oleh Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Lestanta Budiman.

"Forum Golong Gilig Pancasila Yogyakarta dengan ini berikrar berjanji setia kepada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Yogyakarta 18 November 2020," ucap Lestanta yang merupakan perwakilan dari elemen akademisi.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengatakan deklarasi Panca Mandala di Yogyakarta di samping sebagai bentuk pengarusutamaan Pancasila, juga ditujukan untuk menghadapi berbagai gejolak sosial, khususnya yang bersifat nasional.

Untuk itu, dia berharap Forum Golong Gilig Pancasila Yogyakarta dapat segera mengimplementasikan perannya menyusul Diskusi Kelompok Terpumpun yang telah menghasilkan beberapa aspirasi dialog dari elemen pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

"Harapan saya mudah-mudahan dari apa yang sudah kita katakan (sumpah setia Panca Mandala), bisa kita laksanakan secepat mungkin," kata Yudian dalam sambutannya.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini juga mendorong kelima elemen Panca Mandala tersebut agar bahu-membahu menyumbangkan pikiran dan tindakannya membumikan nilai-nilai Pancasila di seluruh kawasan DIY.

"Apalagi status kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Semoga semua itu bisa jadi satu tahapan langkah menuju Indonesia Maju," katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir langsung menyaksikan deklarasi tersebut mengungkapkan, belakangan ini Yogyakarta kerap dirundung sejumlah masalah yang mengarah pada disintegrasi sosial. Hal ini yang membuat dirinya kian khawatir akan potensi terjadinya perpecahan masyarakat di Yogyakarta.

Dalam sambutannya yang bernuansa puitis, Sri Sultan menyebut potensi perpecahan yang terjadi di daerahnya menunjukkan turunnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai Pancasila. Sehingga, segelintir kelompok yang disinyalir anti terhadap ideologi negara kerap mengganggu keharmonisan masyarakat DIY.

"Kini rumah kita lagi diterjang petaka, paham yang tak kita kenal, terus digoyang agar lima tiang utamanya roboh menimpa kita semua," tuturnya.

Sri Sultan lantas mendukung dibentuknya Jejaring Panca Mandala di daerahnya. Dia menegaskan bahwa deklarasi Panca Mandala bisa menjadi perekat persaudaraan di DIY. Pancasila, kata dia, merupakan pengikat bagi keberagaman guna menguatkan sejarah bangsa.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, marilah kita jalankan peresmian yang terbentuknya Pancamandala di daerah Yogyakarta sebagai bentuk komitmen warga Yogyakarta. Semoga tuhan menyertai kita semua dan semoga hari ini pula menandai awal kebangkitan baru Pancasila dari Jogja bagi negeri ini," tandasnya. (BM)