Soal Pancasila, BPIP : Terjadi Distorsi Pemahaman Luar Biasa


Jakarta - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) membeberkan ancaman atau permasalahan yang harus dihadapi ideologi bangsa untuk para pemuda saat ini. Sebab, menurut BPIP, ideologi Pancasila di tataran para pemuda saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

"Memang ada problem yang sangat akut terkait ideologi kita saat ini, Pancasila. Dari berbagai survei yang ada itu memang mengalami distorsi pemahaman yang sangat luar biasa," kata Direktur Pengkajian Materi BPIP, Muhammad Sabri dalam diskusi MNCTrijaya yang bertajuk Pemuda, Intoleransi, dan Lembaga Pendidikan Kita, Sabtu (24/10).

Menurut Sabri, salah satu permasalahan yang terjadi terkait ideologi bangsa di tataran pemuda saat ini yaitu karena hilangnya pengamalan nilai-nilai Pancasila. Hal itu terjadi ketika memasuki era reformasi.

"Pasca-reformasi, segera setelah ledakan reformasi tahun 1999 tap MPR tahun 72 misalnya P4 itu dicabut oleh MPR. Kemudian menyusul itu BP7, lembaga yang paling bertanggung jawab pancasila di masa orde baru itu juga karena dianggap berbau orde baru juga lantas dibubarkan," beber Sabri.

"Kemudian disusul 2003, sistem pendidikan nasional, yaitu PMP juga dicabut," imbuhnya.

Atas dasar itulah, kata Sabri, bangsa Indonesia mengalami kekosongan kognisi di ruang publik. Bahkan, banyak kekosongan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam percakapan-percakapan formal di pendidikan.

"Itu sebabnya, ketika ada distorsi pemahaman terhadap Pancasila, khususnya generasi muda saat ini, itu tidak bisa lepas dari situasi historis kita. Sebagaimana negara memilih sebuah kebijakan untuk menghilangkan apa yang kami sebutkan tadi, P4, BP7, dan juga PMP," pungkasnya. (aky/ER)