BPIP Gandeng UTM Untuk Bumikan Pancasila


BANGKALAN:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar webinar dan focus group discussion (FGD) kemarin (22/10). Tema besar yang dibahas adalah Pembangunan Karakter dan Ideologi Pancasila, Moderasi, dan Keberagaman Umat. Webinar diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Hukum. Sementara FGD mendatangkan organisasi masyarakat Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia. Pihak bakesbangpol empat kabupaten di Madura juga hadir. Webinar dan FGD tersebut dilakukan untuk melihat langsung tolak ukur dan pandangan masyarakat Madura tentang karakter dan ideologi Pancasila. 

Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., mengatakan, kegiatan positif untuk mengembangkan karakter dan ideologi Pancasila akan terus didorong, yang nantinya dapat memberikan dasar pemahaman pengembangan untuk para pemuda dan mahasiswa. 

”Saya sangat bangga dan bahagia karena acara seperti ini masih bisa terlaksana dan dipercayakan pada UTM,” katanya. 

Dari FGD tersebut bisa diketahui karakteristik masyarakat Madura yang teguh pendirian dan terus menyokong karakter dan ideologi Pancasila. Hal itu sama-sama bisa disaksikan dalam momen yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional. 

”Ini mungkin barokah Hari Santri Nasional, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar dan tamu undangan bisa hadir. Saya ucapkan terima kasih,” ungkap Syarif. 

Dekan Fakultas UTM Prof. Dr. Nunuk Nuswardani, S.H., M.H., menyampaikan, kegiatan webinar itu dilakukan untuk memberikan fasilitas akademik kepada mahasiswa dalam mengukur pengetahuan karakter dan ideologi Pancasila. 

”Mereka generasi millennial. Di perguruan tinggi harus menjadi katalisator pengukuhan karakter bangsa dalam era digitalisasi ini,” tegasnya. 

Ketua PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir yang juga berkesempatan hadir dalam kesempatan tersebut mengutarakan bahwa kondisi karakter dan ideologi Pancasila saat ini harus menjadi perhatian dan dijaga bersama. Sebab, karakter dan tingkah laku para pemuda mulai keluar dari nilai-nilai dasar tersebut. 

”Perhatian kami saat ini harus pada edukasi itu. Sebab, mengenal sejarah dan perjuangan dan jasa para pahlawan itu sangat penting,” terangnya. 

Ketua PD Muhammadiyah Bangkalan Tamar Djaja menambahkan, Pancasila itu sudah memuat butir-butir yang indah, yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman dan sosial. Bahkan, sudah mengatur toleransi pada suku, ras, agama, dan budaya. 

”Kami sebagai perwakilan Muhammadiyah siap mewujudkan lingkungan yang adil dan makmur sesuai dengan Pancasila,” paparnya. 

Sementara dari berbagai pandangan pihak Bakesbangpol kabupaten di Madura, kondisi kesatuan dan kerukunan umat beragama di Madura sudah baik. Dengan demikian, hampir tidak ada konflik antar agama. Yang banyak adalah konflik internal. 

”Yang harus kita soroti bersama saat ini adalah perkembangan dan batasan-batasan penggunaan teknologi. Sebab, kerap kali masalah bersumber dari media sosial,” ungkap Sri Wartini, perwakilan Bakesbangpol Pamekasan. 

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bagian Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi BPIP Dr. Ani Purwanti, S.H., M.Hum., menyampaikan, webinar dilakukan sebagai upaya untuk mewadahi pemikiran mahasiswa yang merupakan pemuda milenial agar tetap kukuh memiliki karakter dan ideologi Pancasila.

”Yang harus disiapkan tentu adalah mahasiswa. Sebab, mereka adalah calon penerus kita nantinya,” terangnya.

Untuk FGD, Ani menilai bahwa kegiatan itu dilakukan untuk memastikan sendiri bahwa kerukunan umat beragama di Madura masih sangat erat. Juga, dipandang sebagai masyarakat yang kukuh dengan pendirian, masyarakat Madura masih gigih membangun nilai-nilai Pancasila. 

”Saya memang ingin memastikan sendiri, apakah ada masalah atau tidak. Ternyata semua masih sangat teguh pada Pancasila,” sebutnya. (BM)