BPIP Ajak Instansi Pemerintah Susun Cetak Biru Sistem Kerja Sama Nasional PIP


Bandung:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ajak Instansi Pemerintah dalam penyusunan cetak biru dalam sistem kerja sama nasional Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP). Penyusunan cetak biru tersebut diperuntukkan sesuai dengan instruksi Presiden dalam pembumian Pancasila bagi generasi milenial.

Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono mengatakan, dalam proses upaya membangun gotong royong dalam kehidupan dan berorganisasi dalam instansi, sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter bangsa dalam menanamkan Pancasila.

"Persiapan dan pelaksanaan program yang baik dan sebuah perencanaan serta pelaksanaan itu tidak bisa kami lakukan tanpa perencanaan yang baik. Cetak biru itu tidak hanya melibatkan lembaga-lembaga lain sehingga proses dan hasil dari cetak biru bukan hanya milik BPIP tetapi milik kita semua.," jelasnya saat menghadiri Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Cetak Biru Perencanaan dan Kerja Sama Sistem Nasional Diklat PIP Bagi Orsospol dan Komponen Masyarakat Lainnya (15/10).

Prof Hariyono menegaskan, gotong royong sinergitas lintas pemerintah yang bisa menghasilkan sesuatu yang positif bisa membentuk bangsa dan negara. Hariyono mengatakan, konsep gotong royong bukan sesuatu monopoli, melainkan sinergi dalam roh jiwa yang perlu dirawat dan harus dijaga bersama. 

"Proses penyusunan cetak biru antar instansi harus berkolaborasi dan bersinergi dengan lembaga negara termasuk Kementerian. Dalam konteks ini kita sebagai Aparatur Negara, yang bertanggung jawab terhadap orang agar bisa menjadi teladan untuk masyarakat. Jangan sampai kita menyuruh masyarakat umum bergotong-royong tetapi kita tidak melakukannya".,"  jelasnya.

Sementara itu, Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi, Psikolog selaku penyelenggara mengatakan, kolaborasi lintas pemerintah yang dilakukan saat inilah tugas dalam menjalankan gotong royong yang harus diterapkan. Menurutnya, penyusunan cetak biru tersebut harus melibatkan lembaga terkait dengan memanfaatkan kekinian.

"Mudah-mudahan dengan adanya cetak biru ini, kita memiliki acuan bersama yang menjadi panduan bagi seluruh kementerian dalam menyelenggarakan diklat diklat PIP," tandasnya.

Baby juga mengatakan, dengan berunding dengan semua peserta kementerian dan lembaga yang hadir dapat memberikan sumbangsihnya serta pendapat yang nantinya bisa sebagai usulan. Dia mengaku bahwa dalam hal seperti ini BPIP tidak bisa bekerja sendiri dan sangat mengharapkan sinergi dan gotong royong dari semua pihak. 

"Berkolaborasi inilah tugas dan tanggung jawab moral untuk bersama-sama dengan kementerian dan lembaga lain menyusun program sampai pelaksanaannya. Dengan evaluasi itu, kami dari BPIP bersama-sama dengan Kementerian lembaga dan elemen masyarakat yang lain ingin Pancasila menjadi rumah kita bersama yang harus kita huni bersama kita nikmati bersama dan kita rapat pertama," jelasnya (BM)